PT Kereta Api Indonesia (KAI) memutuskan untuk menutup 172 perlintasan sebidang dan memperbaiki sejumlah titik lainnya sebagai langkah strategis menekan angka kecelakaan yang masih tinggi. Langkah ini diambil setelah perusahaan mencatat sebanyak 948 korban kecelakaan di perlintasan ilegal sepanjang 2023 hingga 2026.
KAI menyebutkan bahwa dari total 3.674 perlintasan sebidang yang ada, sebanyak 1.810 titik menjadi prioritas penanganan. Dari jumlah tersebut, 172 perlintasan diarahkan untuk ditutup, sementara 1.638 lainnya akan ditingkatkan aspek keselamatannya secara bertahap. Hal itu disampaikan melalui unggahan resmi di akun Instagram perusahaan.
“Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang, dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Dari jumlah tersebut, 172 perlintasan diarahkan untuk penutupan dan 1.638 lainnya ditingkatkan aspek keselamatannya secara bertahap,” tulis KAI.
Perusahaan menegaskan bahwa urgensi langkah ini didasari oleh data kecelakaan yang masih mengkhawatirkan. Dalam periode yang sama, sekitar 80 persen dari total kecelakaan terjadi di perlintasan yang tidak dijaga. “Data juga menunjukkan urgensi. Dalam periode 2023–2026, tercatat 948 korban kecelakaan, dengan sekitar 80% terjadi di perlintasan yang belum terjaga,” demikian pernyataan KAI.
Langkah penanganan ini diambil setelah melalui rapat koordinasi yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Badan Pengelola BUMN, Danantara, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi. KAI menyebut pendekatan yang digunakan bersifat kolaboratif lintas sektor dengan mengandalkan data dan dukungan teknologi.
“Mulai dari peningkatan penjagaan, sistem komunikasi, CCTV, hingga panic button untuk kondisi darurat, serta pengembangan Automatic Train Protection (ATP) untuk membantu respons lebih cepat di perjalanan kereta,” kata pihak KAI.
Melalui serangkaian upaya tersebut, KAI berharap risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan dan masyarakat yang melintas di perlintasan merasa lebih aman. “Upaya ini dijalankan agar setiap langkah lebih tepat sasaran, risiko dapat ditekan, dan masyarakat yang melintas di perlintasan dapat merasa lebih aman. Karena keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar perwakilan KAI.
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp17.424 per Dolar AS, Pemerintah Sebut Tekanan Akibat Faktor Global dan Musiman
Rusia Hantam Zaporizhzhia, 12 Tewas Setelah Gencatan Senjata Sepihak
Dishub Surabaya Ancam Cabut KTA Juru Parkir yang Masih Terima Pembayaran Tunai
JPU Bantah Nadiem Makarim Diinfus saat Sidang, Sebut Kondisinya Sehat Secara Medis