Pada Selasa pagi (20/1), suara mesin berat menggerus kesunyian di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Sebuah bangunan milik UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, rata dengan tanah. Aksi penghancuran itu dilakukan oleh tentara Israel menggunakan buldoser.
Padahal, gedung itu sudah mereka kuasai sejak tahun lalu. Tapi anehnya, bangunannya dibiarkan begitu saja. Kosong. Tak dimanfaatkan untuk apa-apa selama diduduki.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, termasuk jubir UNRWA Jonathan Fowler, serbuan dimulai sekitar pukul tujuh pagi waktu setempat. Pasukan datang, mengusir penjaga yang ada di lokasi, lalu membawa masuk alat berat itu. Prosesnya berlangsung cepat.
Reaksi dari PBB pun tak lama datang.
Artikel Terkait
Mantan Pejabat PBB Serukan Pengusiran Israel Usai Markas UNRWA Dihancurkan
Nasib Guru 23 Tahun Terkatung, 32.000 Relawan Partai Malah Dapat Kursi ASN
Jung Kyung Ho Jadi Pengacara Hantu, Bongkar Kejahatan di Tempat Kerja
Tamparan di Kelas, Guru Honorer Tersandung Hukum