Pada Selasa pagi (20/1), suara mesin berat menggerus kesunyian di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Sebuah bangunan milik UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, rata dengan tanah. Aksi penghancuran itu dilakukan oleh tentara Israel menggunakan buldoser.
Padahal, gedung itu sudah mereka kuasai sejak tahun lalu. Tapi anehnya, bangunannya dibiarkan begitu saja. Kosong. Tak dimanfaatkan untuk apa-apa selama diduduki.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, termasuk jubir UNRWA Jonathan Fowler, serbuan dimulai sekitar pukul tujuh pagi waktu setempat. Pasukan datang, mengusir penjaga yang ada di lokasi, lalu membawa masuk alat berat itu. Prosesnya berlangsung cepat.
Reaksi dari PBB pun tak lama datang.
Artikel Terkait
Masjid Istiqlal Houston Jadi Pusat Ukhuwah bagi Muslim Multikultural di Ramadan
Analisis CSIS: Operasi Militer AS di Iran Habiskan Rp62,6 Triliun dalam 100 Jam Pertama
Valverde Cetak Gol Telat, Real Madrid Taklukkan Celta Vigo 2-1
Valverde Selamatkan Real Madrid dengan Gol Dramatis di Menit Akhir