Abu Dhabi Bantah Keras Tuduhan Gudang Senjata dan Penjara Rahasia di Yaman

- Selasa, 20 Januari 2026 | 19:42 WIB
Abu Dhabi Bantah Keras Tuduhan Gudang Senjata dan Penjara Rahasia di Yaman

Di kesempatan itu, Al-Khanbashi bahkan mengancam akan mengambil tindakan terhadap UEA dan Aidarous al-Zubaidi, ketua kelompok separatis Southern Transitional Council (STC). Koalisi Arab pimpinan Saudi menduga al-Zubaidi diselundupkan keluar Yaman oleh pihak UEA.

Ketegangan yang Meningkat

Banyak yang bilang, pernyataan Khanbashi ini termasuk yang paling keras dalam ‘perang kata-kata’ antara UEA dan Arab Saudi belakangan ini. Persaingan mereka memanas tahun lalu, ketika kelompok STC yang didukung UEA mendesak pasukan Saudi keluar dari sejumlah provinsi.

Eskalasinya kian jelas. Di akhir Desember 2025, Arab Saudi bahkan menyerang pengiriman yang mereka klaim berisi senjata dan peralatan milik UEA untuk STC di pelabuhan Mukalla. Serangan itu jadi pendahulu sebelum ofensif besar yang akhirnya meruntuhkan kekuatan STC dan memaksa UEA menarik diri dari Yaman.

Persaingan Saudara

Konflik Riyadh dan Abu Dhabi ini ternyata nggak cuma soal Yaman. Persaingan mereka merambah ke banyak hal: dari geopolitik, produksi minyak, sampai berebut investasi asing dan pasar teknologi kecerdasan buatan. Keduanya ingin jadi yang terdepan.

Yang paling kentara sekarang, pertikaian ini sudah terbuka di media sosial. Para ahli dan media dari kedua negara saling serang. Padahal dulu, negara-negara Teluk ini biasanya menyembunyikan perselisihan demi menjaga front bersama melawan Iran.

Sebuah unggahan di akun X saluran TV pemerintah Saudi, Ekhbariya, terang-terangan memperingatkan, “Mengingat Abu Dhabi melakukan penghasutan... Kerajaan tidak akan ragu mengambil tindakan yang diperlukan.”

Memang, tuduhan soal penjara rahasia operasi UEA di Yaman bukan kali ini saja. Pemerintah Yaman sebelumnya juga pernah melontarkannya. Tapi seperti biasa, Abu Dhabi selalu membantah.


Halaman:

Komentar