MURIANETWORK.COM – Keyakinan bahwa tak ada yang selamat dari reruntuhan pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan, disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi'i. Meski begitu, di tengah realitas yang suram, harapan untuk sebuah keajaiban tak sepenuhnya padam.
"Tidak ada," ujar Syafi'i tegas, saat ditemui di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Namun begitu, nada bicaranya lantas berubah. "Kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat. Ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup," tambahnya.
Dia punya alasan untuk tetap berharap. Menurutnya, sejarah mencatat kejadian serupa. Pernah ada pesawat yang mengalami kecelakaan hebat, kondisi fisik pesawatnya hancur berantakan, mirip dengan apa yang dialami ATR 42-500 ini. Tapi siapa sangka, ternyata ada penumpang yang berhasil bertahan hidup.
Artikel Terkait
Tim SAR Taklukkan Tebing dan Kabut, Evakuasi Korban Kedua dari Reruntuhan Pesawat
Ingatan Mei 1998 Diuji di Meja Hijau, Menteri Digugat Atas Penyangkalan
Wali Kota Madiun Dijerat KPK, Dugaan Pungli dan Gratifikasi Tembus Rp 2,25 Miliar
Kumparan Gelar Live Road to, Siap Bagikan Hadiah Rp 99 Juta