"Kami imbau kepada masyarakat apabila menemukan binturong atau satwa dilindungi lain agar melapor ke kami atau damkar juga boleh. Jangan melakukan tindakan yang dapat melukai satwa tersebut apalagi sampai berlebihan yang bisa membuat satwa mati karena ada ancaman pidananya," tegasnya.
Bagi yang belum familiar, binturong adalah hewan unik. Bentuknya mirip perpaduan musang dan beruang, makanya sering dijuluki 'beruang musang'. Satwa ini menghuni hutan-hutan tropis di Pulau Jawa, termasuk kemungkinan di kawasan Banten.
Sayangnya, data populasinya di Banten masih gelap. Tuwuh mengakui pihaknya belum punya angka pasti atau peta sebarannya. Yang jelas, kejadian seperti ini bukan kali pertama.
"Bulan ini kami sudah mengevakuasi sebanyak 3 ekor," katanya.
Rinciannya, satu ekor diserahkan warga Cilegon. Dua lainnya berasal dari laporan warga karena masuk permukiman di Pandeglang dan Serang. Kabar buruknya, binturong dari Pandeglang ditemukan sudah dalam keadaan mati saat dievakuasi.
Kejadian ini jadi pengingat. Bahwa hutan yang semakin menyusut kerap memaksa penghuninya keluar, mencari tempat baru dan tak jarang berbenturan dengan manusia.
Artikel Terkait
Malam Kelabu di Tebing Bulusaraung: Tim SAR Tidur Bersama Jenazah Korban ATR 42
Wamen Agus Jabo Beri Tenggat: Lahan Sekolah Rakyat di Padang Lawas Utara Harus Segera Siap
Inggris Pelajari Larangan Media Sosial untuk Anak, Terinspirasi dari Australia
Menteri Prasetyo Prihatin, Lagi-lagi Kepala Daerah Terjaring OTT KPK