Manuvernya tak berhenti di situ. Eggi kemudian memecat hampir semua pengurus Tim Pembela Ulama dan Aktivis. Rizal Fadillah, Azam Khan, dan Tri Kurnia dicopot. Ia terlihat serius, bahkan kalap. Namun suasana berubah lagi setelah SP3 itu ia kantongi.
Nama Habib Rizieq Shihab pun mulai disebut. Soalnya, sebenarnya Eggi nggak punya hak untuk memecat orang di TPUA seenaknya. Habib Rizieq adalah pendiri sekaligus penasihat di sana. Tapi melihat semua kejadian ini, mungkin banyak yang cuma bisa geleng-geleng. Tukang olah, akhirnya diolah oleh tukang olah yang lain.
Agaknya, target Eggi cuma satu: SP3 itu. Begitu surat sakti itu terbit, ia seolah berkata "da-da-da-da" pada Jokowi sambil melambaikan tangan. Ia seperti balik lagi ke kubu Roy Suryo dan kawan-kawan. Narasinya pun ia bangun sendiri.
Bahkan, TPUA yang sempat ia rombak habis-habisan, kini tak ada kabarnya lagi. Roy Suryo sendiri dikabarkan dapat pesan khusus darinya untuk lanjutkan perjuangan, sebelum Eggi terbang. Kisah Musa mendatangi Firaun tadi, kini berubah jadi cerita lain: seperti orang-orang Yahudi yang menyuruh Musa berperang, tapi mereka sendiri enggak ikut.
Jadi, jangan harap ia mengakui ijazah Jokowi itu asli, seperti klaim para relawan. Mengakui bahwa ia meminta maaf saja, Eggi enggan. Ia tak mau terlihat seperti pesakitan, apalagi dianggap pecundang. Eggi sudah telanjur dicap pengkhianat oleh beberapa pihak. Habis ini, bagaimana lagi?
Lalu, bisakah SP3 itu ditarik kembali? Mungkin saja, kalau memang ada alasan hukumnya. Tapi Eggi Sudjana bukan pengacara kemarin sore. Ia paham betul aturan main, lengkap dengan segala celahnya. Setelah sekian lama terlihat keok berhadapan dengan Jokowi, apakah kali ini Eggi bisa disebut pemenang? Entahlah. Hanya waktu yang bisa jawab.
(Direktur ABC Riset & Consulting)
Artikel Terkait
Malam Kelabu di Tebing Bulusaraung: Tim SAR Tidur Bersama Jenazah Korban ATR 42
Wamen Agus Jabo Beri Tenggat: Lahan Sekolah Rakyat di Padang Lawas Utara Harus Segera Siap
Inggris Pelajari Larangan Media Sosial untuk Anak, Terinspirasi dari Australia
Menteri Prasetyo Prihatin, Lagi-lagi Kepala Daerah Terjaring OTT KPK