Prabowo Panggil Tito ke Istana, Bahas Harga Pangan hingga Anggaran Daerah

- Selasa, 25 November 2025 | 14:30 WIB
Prabowo Panggil Tito ke Istana, Bahas Harga Pangan hingga Anggaran Daerah
Laporan Rapat Terbatas Presiden

Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, akhirnya buka suara soal rapat tertutup yang digelar Presiden Prabowo Subianto. Rapat itu berlangsung Senin (24/11) di Istana Merdeka, Jakarta, dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai satu-satunya tamu.

Intinya, Prabowo ingin tahu bagaimana kondisi perekonomian di daerah. Ia secara khusus meminta laporan mendalam dari Mendagri.

“Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk meminta laporan terkait stabilitas inflasi dan kondisi ekonomi daerah,” ujar Teddy, seperti dikutip dari unggahan Instagram resminya, Selasa (25/11).

Menurut Teddy, secara umum inflasi masih bisa dikendalikan. Angkanya berada di 2,86 persen secara year-on-year. Tapi, ada beberapa barang yang harganya merangkak naik dan butuh perhatian serius.

“Mendagri melaporkan bahwa angka inflasi saat ini terkendali di 2,86 persen, dengan sektor pangan menjadi penyeimbang deflasi. Namun kenaikan beberapa komoditas perlu diantisipasi, seperti bawang merah, cabai, dan telur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.

Tak cuma soal inflasi, Tito juga memberi kabar tentang perkembangan ekonomi di Papua. Laporannya menyoroti kemajuan yang terjadi pasca-pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

Di sisi lain, realisasi pendapatan daerah juga dibahas. Rata-rata dari 552 daerah sudah mencapai 82-83 persen. Tapi, belanja daerahnya masih tertahan di angka sekitar 68 persen. Pemerintah berencana mendorong penggunaan anggaran itu hingga akhir tahun, tentu saja untuk kepentingan masyarakat.

“Jelang akhir tahun, pemerintah akan mendorong optimalisasi belanja daerah untuk program-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tutup Teddy.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar