Gubernur Hadramout Bongkar Agenda Gelap UEA di Balik Retaknya Koalisi Arab

- Selasa, 20 Januari 2026 | 14:48 WIB
Gubernur Hadramout Bongkar Agenda Gelap UEA di Balik Retaknya Koalisi Arab

Temuan peralatan itu juga disebutnya membantu menjelaskan sebuah kejadian lain: kaburnya Aidarous Al-Zubaidi. Sang pemimpin STC diduga difasilitasi UEA untuk melarikan diri via Somalia menuju Abu Dhabi.

Maksudnya jelas, kata Al-Khunbashi: melindungi Zubaidi dari pertanggungjawaban hukum atas segala pelanggaran yang terjadi di Yaman selatan.

Dugaan Penjara Rahasia

Tak berhenti di situ. Gubernur Hadramout juga menyebut adanya bukti tentang penjara rahasia di Mukalla yang dikelola pasukan UEA. Penjara itu, klaimnya, digunakan untuk penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, dan penyiksaan semua di luar sistem peradilan yang sah.

Di akhir pernyataannya, Al-Khunbashi menyatakan provinsi-provinsi selatan Yaman mulai melepaskan diri dari apa yang dia sebut “dominasi dan kontrol yang dipaksakan”.

Perkembangan di Hadramout ini juga diamati ketat oleh Indonesia. Alasannya, di provinsi ini terutama di Kota Tarim berada ribuan pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu agama Islam.

Bantahan Keras dari UEA

Tentu saja, Uni Emirat Arab membantah semua tuduhan itu.

“Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab secara tegas membantah klaim yang dilontarkan dalam konferensi pers oleh Gubernur Hadramout, Salem Al-Khunbashi,”

demikian bunyi siaran pers resmi mereka.

“Pihak Kementerian menegaskan bahwa konferensi tersebut memuat tuduhan palsu dan menyesatkan yang tidak memiliki bukti maupun landasan faktual, terkait dugaan penemuan sejumlah senjata dan bahan peledak di Bandara Riyan di kota Mukalla, Yaman, yang diklaim memiliki keterkaitan dengan Uni Emirat Arab.”

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar