Hujan tak henti-hentinya mengguyur Nusa Tenggara Timur, membuat Sungai Noelmina meluap dengan arus yang ganas. Di tengah kondisi seperti ini, sekelompok relawan dan warga dari Desa Koa justru memutuskan untuk menantang bahaya. Mereka harus menyeberang. Tujuannya satu: mengantarkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak sekolah di seberang sungai yang sudah menunggu.
Banjir ini memang sudah jadi langganan. Setiap musim hujan tiba, Noelmina yang memisahkan Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan itu kerap meluap, memutus akses. Kali ini, lima sekolah di Desa Tuppan, berseberangan langsung dengan Desa Koa, terancam tak mendapat kiriman makanan bergizi. Padahal, kebutuhan anak-anak itu tak bisa ditunda.
Lalu, apa yang mereka lakukan? Mereka bergotong royong. Dengan peralatan seadanya, paket-paket MBG yang diantarkan mobil ke bibir sungai kemudian dipikul beramai-ramai. Relawan SPPG Desa Koa dan masyarakat setempat nekat menyeberangi arus yang deras, beralaskan batu-batu licin. Setelah sampai di seberang, perjalanan dilanjutkan menggunakan gerobak menuju sekolah-sekolah.
“Sudah tiga hari ini MBG digotong menyeberang sungai karena sungai banjir,”
kata Edigar Noel Alves Boavida, Kepala SPPG Desa Koa, Selasa lalu. Suaranya terdengar lelah namun penuh tekad.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp35.000, Sentuh Rp3,059 Juta per Gram
Polda Maluku Musnahkan Ribuan Liter Sopi Hasil Operasi Gabungan
Jusuf Kalla Desak Indonesia Berpihak pada Negara Islam dalam Konflik Global
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Rp33.000 per Gram