Di sisi lain, harapan yang tersirat dari data smartwatch itu membuat keluarga tak bisa diam. Mereka mendesak agar operasi SAR diperkuat.
“Ini hari ketiga di hutan. Kami mohon bantuan agar tim SAR dan helikopter ditambah,” pinta Dian.
Kekhawatiran dan tekanan mental akibat musibah ini ternyata juga menghantam keluarga di rumah. Ibunda Farhan dilaporkan mengalami syok berat dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Dody Sardjoto di kompleks Lanud Hasanuddin, Makassar, pada Minggu malam.
Kondisinya yang memprihatinkan sampai diketahui oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang kemudian datang menjenguk pada Senin siang. Di depan sang bupati, ibunda Farhan tak kuasa menahan harap dan kepedihan.
"Pak Haji anak ku. Bantu ka pak haji cari anak ku. Masih muda anak ku pak haji," ratapnya.
Menanggapi permintaan itu, Bupati Irwan mencoba menenangkan. Ia memastikan bahwa semua upaya maksimal telah dikerahkan.
"Turun semua tim untuk mencari. Mudah-mudahan bisa di dapat. Sabar ki," ujar Bupati Irwan.
Medan pencarian di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memang dikenal sulit. Tapi data dari sebuah jam pintar yang masih menyala di tengah kegelapan hutan itu, setidaknya memberi secercah asa sebuah isyarat bahwa mungkin saja, ada kehidupan yang masih berjuang di balik pepohonan.
Artikel Terkait
Masjid Istiqlal Houston Jadi Pusat Ukhuwah bagi Muslim Multikultural di Ramadan
Analisis CSIS: Operasi Militer AS di Iran Habiskan Rp62,6 Triliun dalam 100 Jam Pertama
Valverde Cetak Gol Telat, Real Madrid Taklukkan Celta Vigo 2-1
Valverde Selamatkan Real Madrid dengan Gol Dramatis di Menit Akhir