"Jemaat dipaksa keluar ke semak-semak."
Menurut Hayab, jumlah awalnya bahkan lebih besar. "Sebenarnya, ada 172 jemaat yang diculik. Tapi sembilan orang berhasil kabur, jadi yang masih ditahan ada 163 orang," jelasnya. Nasib mereka kini masih digantungkan pada para penculik itu.
Di sisi lain, laporan-laporan PBB sudah menyoroti penculikan massal ini. Bahkan ada peringatan soal potensi serangan lanjutan di wilayah-wilayah terpencil Kaduna. Situasinya memang makin mencekam.
Sampai berita ini diturunkan, Kepolisian Negara Bagian Kaduna sendiri belum memberikan pernyataan resmi. Tanggapannya masih ditunggu.
Artikel Terkait
Day and Night 2 Akhirnya Hadir, Kisah Kembar dan Buronan yang Bikin Penasaran
Hujan Ringan Guyur Jakarta Sepanjang Hari, Warga Diminta Waspada
Menkes: Gemuk Itu Masalah, Targetkan Harapan Hidup 76 Tahun dengan Skrining Masif
Pembicaraan Rahasia Trump dan Al-Sharaa: Nasib Kurdi Jadi Taruhan