"Jemaat dipaksa keluar ke semak-semak."
Menurut Hayab, jumlah awalnya bahkan lebih besar. "Sebenarnya, ada 172 jemaat yang diculik. Tapi sembilan orang berhasil kabur, jadi yang masih ditahan ada 163 orang," jelasnya. Nasib mereka kini masih digantungkan pada para penculik itu.
Di sisi lain, laporan-laporan PBB sudah menyoroti penculikan massal ini. Bahkan ada peringatan soal potensi serangan lanjutan di wilayah-wilayah terpencil Kaduna. Situasinya memang makin mencekam.
Sampai berita ini diturunkan, Kepolisian Negara Bagian Kaduna sendiri belum memberikan pernyataan resmi. Tanggapannya masih ditunggu.
Artikel Terkait
Chelsea Tumbangkan Wrexham 4-2 dalam Laga Sengit Perempat Final Piala FA
FC Groningen Kalahkan Ajax Amsterdam 3-1 dalam Kejutan Eredivisie
Imbang 3-3, PSM Makassar Tersendat di Posisi 13 Liga 1
Malut United dan PSM Makassar Bermain Imbang 3-3 dalam Drama Penuh VAR