Malam itu di Tol Becakayu, lima mobil beriringan membuat ulah. Mereka melaju zig-zag, berpindah lajur seenaknya dari kiri ke kanan. Rekaman video aksi itu kemudian membanjiri media sosial, memantik kemarahan banyak netizen. Jalan tol yang sepi pun seolah jadi arena balap liar pribadi.
Dalam video amatir yang beredar luas, terlihat jelas rombongan itu menguasai jalan. Satu per satu, mobil-mobil itu menyapu dari lajur paling kiri hingga ke lajur ketiga, lalu kembali lagi. Gerakannya terkoordinasi, tapi sangat ceroboh dan ugal-ugalan. Meski lalu lintas tampak lengang, tindakan semacam itu jelas sangat berbahaya. Bayangkan jika tiba-tiba ada kendaraan lain yang melintas dengan kecepatan tinggi dari belakang? Bisa-bisa terjadi kecelakaan beruntun.
Tak heran, aksi mereka langsung menuai kecaman. Banyak warganet yang geram, menyebut perilaku seperti itu tidak hanya egois, tapi juga membahayakan nyawa orang lain.
Teguran dan Permintaan Maaf
Polisi akhirnya bergerak. Setelah mengidentifikasi para pelaku, Sat Lantas PJR Polda Metro Jaya menemui mereka. Namun, tindakan yang diambil bukanlah tilang.
"Untuk pengemudi yang melakukan zig-zag di ruas Tol Becakayu, Jakarta Timur, sudah kami temui. Mereka hanya diberi teguran lisan dan imbauan edukatif agar tidak mengulangi perbuatannya,"
Kata Kasat Lantas PJR, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, seperti dilansir Antara, Sabtu (7/3).
Menurut Reiki, para pengemudi itu akhirnya menyadari kesalahan. Mereka bahkan membuat pernyataan permintaan maaf tertulis karena telah berkendara secara ugal-ugalan.
"Jadi hanya diberi imbauan serta permohonan maaf dan tidak ditilang. Kami berikan teguran lisan sambil melakukan imbauan yang bersifat edukatif,"
tambahnya.
Lantas, apa motif di balik aksi nekat itu? Ternyata, urusannya berkaitan dengan konten dan bisnis. Polisi mengungkapkan, para pelaku melakukan manuver berbahaya itu untuk bahan konten media sosial. Selain itu, sebagian dari mereka bekerja di bidang jual-beli mobil, sehingga aksi itu juga dimaksudkan untuk mempromosikan kendaraan yang mereka bawa.
Jadi, begitulah akhir ceritanya. Aksi yang sempat viral dan bikin geregetan itu berakhir dengan teguran dan permintaan maaf. Tapi, mudah-mudahan ini jadi pelajaran buat banyak orang: jalan tol bukan tempat untuk pamer gaya atau cari sensasi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Peluk Mantan Korban Perundungan di Sekolah Rakyat, Apresiasi Semangat Siswa Jadi Duta Antiperundungan
Kontrak Berjangka AS Menguat di Tengah Harapan Pemulihan Saham Teknologi, Konflik Timur Tengah Masih Bayangi
BMKG: Tsunami Akibat Gempa M 7,7 Filipina Terdeteksi di Tujuh Wilayah Indonesia
Gempa M7,7 di Filipina Picu Peringatan Tsunami di 25 Wilayah Indonesia