“Saat itu saya belum berani mendekat. Saya tunggu teman-teman dulu,” bebernya.
“Begitu abang dan teman-teman Basarnas serta yang lainnya datang, baru kita dekati. Ternyata korban perempuan.”
Dari posisinya, kondisi korban terlihat masih utuh. Namun begitu didekati, luka-luka yang parah tampak jelas. Kaki kanannya patah. Di bagian perut, ada luka terbuka yang cukup serius. Pakaian yang dikenakan bukan seragam kaos hitam, celana jeans, dan sepatu kets memperkuat kesan bahwa ini adalah seorang penumpang.
“Posisi ditemukan dalam keadaan tengkurap, bagian perut agak terburai, terus kaki patah,” sebut Saiful menggambarkan pemandangan yang tak mudah dilupakan itu.
Kini, jenazah korban kedua itu telah dipindahkan ke titik yang lebih aman di jalur evakuasi. Rencananya, proses penurunan dari gunung akan dilakukan keesokan harinya, Selasa (20/1). Pencarian di Bulusaraung terus berlanjut, diwarnai oleh keberanian dan kesedihan yang berpadu dalam setiap langkah tim SAR.
Artikel Terkait
Ibadah Minggu Berakhir Tragis: 163 Jemaat Diculik Bandit di Kaduna
Kiai-Kiai Cirebon Desak PBNU: Pecat Kader Tersangka Korupsi Sekarang Juga
Wali Kota Madiun Tiba di KPK Usai OTT, Diduga Terkait Fee Proyek dan CSR
Wali Kota Madiun Diamankan KPK, Tegaskan Komitmen Membangun di Depan Wartawan