Wamensos Soroti Transformasi Siswa Sekolah Rakyat: Dari Malu-malu ke Berani Tampil di Depan Presiden

- Senin, 19 Januari 2026 | 21:24 WIB
Wamensos Soroti Transformasi Siswa Sekolah Rakyat: Dari Malu-malu ke Berani Tampil di Depan Presiden

“Saya pikir ini modal kita dan ini harus kita pertahankan, harus kita kembangkan. Supaya niat dari presiden membangun Sekolah Rakyat betul-betul sesuai dengan apa yang diharapkan. Yaitu untuk memutus transmisi kemiskinan,”

ungkap Agus Jabo lagi.

Di sisi lain, Wamensos juga menyelipkan harapan sekaligus peringatan. Dia berharap insiden seperti bullying, kekerasan, atau intoleransi bisa dihindari di lingkungan Sekolah Rakyat. Latar belakang siswa yang beragam dan dinamis harus dikelola dengan baik.

“Ini mohon ya karena memang latar belakang anak-anak ini bermacam-macam, dinamis sekali mudah-mudahan hal-hal seperti itu bisa dimitigasi di Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Harapan itu sepertinya mulai terwujud. Menurut Felifina Agustina Kale, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang, dalam satu semester ini para siswanya menunjukkan kemajuan signifikan, khususnya dalam hal toleransi beragama.

“Mereka (siswa) tidak menganggap bahwa perbedaan agama ini sesuatu yang justru membuat jarak di antara mereka, saya bersyukur sekali,”

pungkas Felifina. Dia menceritakan bagaimana seorang siswi muslim bernama Anisa tetap nyaman beribadah di tengah teman-temannya yang berbeda keyakinan. Sebuah gambaran sederhana, tapi punya makna yang dalam.


Halaman:

Komentar