Kalau bicara soal pemain infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, nama Moratelindo atau PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) pasti tak asing. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 2000, lho. Awalnya, mereka fokus pada layanan internet dan kartu telepon biasa. Tapi lihat sekarang, bisnisnya sudah berkembang jauh.
Transformasi besar terjadi sekitar 2007. Saat itulah MORA mulai serius membangun jaringan kabel fiber optik, dimulai dengan segmen sepanjang 7,5 km di Pulau Jawa. Tak lama setelah itu, mereka bahkan terlibat dalam proyek-proyek strategis seperti jaringan kabel laut Jakarta-Singapura dan kabel bawah laut yang menghubungkan Batam, Dumai, hingga Malaka. Jaringan backbone mereka pun membentang di sepanjang Sumatera.
Puncaknya, pada 2016, perseroan ini memenangkan tender pemerintah untuk proyek Palapa Ring Barat dan Timur. Proyek ambisius ini bertujuan membangun infrastruktur serat optik di seluruh negeri. Jaringan Palapa, seperti kita tahu, kini jadi tulang punggung bagi banyak layanan telekomunikasi yang kita nikmati.
Dengan sederet izin di tangan mulai dari Jaringan Tetap Tertutup, NAP, ISP, hingga lisensi membangun data center nasional MORA kini menawarkan enam pilar layanan. Mulai dari solusi konektivitas untuk korporasi dan UMKM, layanan internet, hingga pengelolaan Nusantara Data Center. Jangkauan jaringan mereka luas sekali, mencakup Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Papua, baik lewat darat maupun bawah laut.
Lalu, siapa yang mengendalikan saham perusahaan sebesar ini?
Artikel Terkait
MEJA Rencanakan Pembagian 372 Juta Saham Bonus dengan Rasio 6:1 pada 2026
MEJA Rencanakan Pembagian 372,58 Juta Saham Bonus dengan Rasio 6:1
IHSG Anjlok 5,91%, Saham FITT Terpangkas Hampir Setengah Nilainya
IHSG Anjlok 5,91%, Saham-Saham Small Cap Justru Melonjak Kencang