Tapi sekarang, yang tersisa hanya kesunyian yang mengerikan. Pencarian korban terhambat berat karena struktur gedung sudah tidak stabil. Setiap langkah petugas di atas reruntuhan bisa berisiko, membuat pekerjaan mereka jadi sangat berhati-hati dan lambat.
Di sisi lain, suasana di sekitar lokasi justru sesak. Ratusan orang memadati area, menyaksikan dengan perasaan campur aduk. Di antara kerumunan itu, terlihat wajah-wajah pemilik toko yang hancur. Bagi mereka, ini bukan sekadar kehilangan barang. Hasil keringat dan kerja keras seumur hidup, lenyap jadi abu dalam waktu semalam.
Menurut sejumlah saksi, malapetaka ini mulai terjadi pada Sabtu (17/1) malam. Api diduga bermula dari sebuah toko di lantai dasar. Dari sana, kobaran dengan cepat menjalar naik, melahap lantai demi lantai tanpa ampun. Hanya dalam hitungan jam, pusat keramaian itu berubah jadi kuburan besi dan beton.
Artikel Terkait
Detak Hati di Lereng Bulusaraung: Saat Tim SAR Menemukan Korban Kedua di Dahan Pohon
Kiai-Kiai Cirebon Desak PBNU: Pecat Kader Tersangka Korupsi Sekarang Juga
Wali Kota Madiun Tiba di KPK Usai OTT, Diduga Terkait Fee Proyek dan CSR
Wali Kota Madiun Diamankan KPK, Tegaskan Komitmen Membangun di Depan Wartawan