Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita

- Senin, 19 Januari 2026 | 17:24 WIB
Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita

Operasi tangkap tangan KPK di Madiun, Jawa Timur, berhasil menjaring 15 orang. Yang mengejutkan, di antara mereka ada Wali Kota Madiun, Maidi.

Menurut sejumlah saksi, operasi yang digelar Senin (19/1) itu berlangsung cepat. Para tersangka langsung diamankan dan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. KPK sendiri telah mengonfirmasi adanya OTT ini.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan keterangan resmi.

“Selanjutnya sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun,”

Tak hanya orang, petugas juga menyita uang tunai yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini, semua pihak yang diamankan berstatus terperiksa. KPK punya waktu satu kali 24 jam ke depan untuk menentukan langkah hukum berikutnya, apakah mereka akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Siapa sebenarnya Maidi?

Ia bukan nama baru di peta politik lokal. Maidi baru saja dilantik untuk periode keduanya, 2024-2029, setelah memenangkan Pilkada dengan suara meyakinkan 56,04 persen. Kemenangannya didukung koalisi besar sebelas partai, mulai dari Golkar, Demokrat, hingga Gerindra dan NasDem. Pasangannya adalah Bagus Panuntun.

Namun, jalan panjang telah dilaluinya sebelum duduk di kursi walikota. Dunia politik bukanlah rumah pertamanya. Awal karir Maidi justru dihabiskan di depan kelas.

Dia memulai sebagai guru CPNS di SMP Negeri 2 Pilangkenceng pada 1988, lalu pindah mengajar di SMUN 1 Madiun. Dedikasinya membawanya hingga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMUN 2 Madiun di tahun 2002.

Setelah itu, perjalanan karirnya berbelok ke birokrasi pemerintahan. Maidi pernah memegang posisi Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun. Puncaknya, dia dipercaya menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun selama sembilan tahun, dari 2009 hingga 2018. Jabatan inilah yang menjadi batu loncatan terakhirnya sebelum akhirnya terpilih sebagai orang nomor satu di kota itu.

Kini, namanya justru terseret dalam OTT KPK. Sebuah titik balik yang dramatis untuk seorang yang karirnya dibangun puluhan tahun.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar