“Dari pemeriksaan awal tim medis, korban mengalami patah tulang pada tangan kanan,” tambah Anang.
Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris itu lalu dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapat perawatan intensif. Polisi juga tak lama kemudian berhasil menghubungi keluarganya yang berada di Jakarta.
Motif Masih Diselidiki
Apa yang mendorong seorang mahasiswi berprestasi mengambil langkah drastis seperti itu? Polisi masih menyelidiki. Dugaan sementara mengarah pada persoalan pribadi dan tekanan perkuliahan. Tapi itu belum pasti.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Keluarga korban sudah kami hubungi. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan di RSSA Malang,” pungkas Kapolsek Anang.
Kasus ini tentu meninggalkan duka. Di satu sisi, ada upaya penyelamatan yang patut diapresiasi. Di sisi lain, ini jadi pengingat pilih betapa rapuhnya jiwa manusia ketika terdesak. Pihak kampus dan keluarga kini berharap TAM bisa pulih, baik secara fisik maupun mental.
Artikel Terkait
Bhutan: Ketika Sebuah Negara Memilih Jalan Kebahagiaan, Bukan Kecepatan
Di Balik Pangsit dan Ikan Utuh: Makna Tersembunyi Makanan Imlek yang Sarat Doa
Status Tersangka Eggi dan Damai Dicabut Usai Restorative Justice
Kontroversi Dapur MBG: Rekor Bersih Nganu Dipertanyakan atau Hanya Strategi Bisnis?