Istighfar: Kebiasaan yang Tak Pernah Usang
Yang menarik, Nabi Saw yang sudah dijamin diampuni dosa-dosanya ternyata paling rajin beristighfar. Para sahabat sampai menghitung, dalam setiap majelis beliau tak lepas dari kalimat memohon ampun.
Dalam satu riwayat Bukhari, beliau bersabda:
Bahkan di riwayat Muslim, angkanya sampai 100 kali. Subhanallah.
Dari Ibnu Umar, ada catatan menarik. Katanya, jika dihitung, zikir Rasulullah dalam satu majelis bisa mencapai 100 kali untuk bacaan ini:
Tapi istighfar yang paling utama adalah sayyidul istighfar, penghulu istighfar. Dari Syaddad bin Aus, Nabi mengajarkan lafaz yang panjang dan menyentuh.
Manfaatnya? Luar biasa. Nabi bersabda, siapa yang mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum sore, ia masuk surga. Begitu pula jika dibaca malam hari.
Ada juga bacaan singkat yang diajarkan Nabi di akhir hayatnya, seperti yang didengar Aisyah ra:
Intinya, zikir dan istighfar bukan ritual kosong. Ia pengingat, pembersih, dan penenang jiwa. Semoga kita semua bisa meneladani kebiasaan Nabi ini, agar hati tetap lembut dan hidup terasa lebih tenang. Amin.
Imam Nur Suharno
Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat.
Artikel Terkait
Evakuasi Berlanjut, Korban Masih Terjebak di Reruntuhan Kereta Andalusia
Trump Guncang NATO dengan Ancaman Tarif, Greenland Jadi Taruhannya
Wamenkumham Eddy Paparkan Evaluasi Mendalam KUHP dan KUHAP Baru di Hadapan Komisi III
Warga Lokal Jadi Penunjuk Jalan Krusial dalam Evakuasi Korban Jatuhnya ATR 42-500