Zikir dan Istighfar: Kunci Hati yang Lembut di Tengah Gempuran Dunia

- Senin, 19 Januari 2026 | 08:00 WIB
Zikir dan Istighfar: Kunci Hati yang Lembut di Tengah Gempuran Dunia

Hidup yang serba materialistis seringkali bikin hati kita terasa hampa. Kekosongan jiwa itu, kalau dibiarkan, bisa merusak sikap. Kok bisa? Karena rasa malu perlahan-lahan hilang. Dan begitu rasa malu lenyap, seseorang cenderung bertindak semaunya, tanpa lagi punya rem. Nah, di titik inilah pembersihan hati jadi sangat penting. Hati yang bersih dan lembut akan melahirkan sikap serta perbuatan yang penuh kelembutan juga.

Allah SWT ternyata tak cuma memerintahkan, tapi juga memuji orang-orang beriman yang rajin berzikir. Perintahnya jelas: berzikirlah dalam berbagai keadaan, baik saat berdiri, duduk, berjalan, ataupun berbaring. Itu tercantum dalam QS. Al-Ahzab ayat 41-42.

Dengan menyebut nama-Nya terus-menerus, kita jadi benar-benar mengenal Allah atau dalam bahasa tasawuf, makrifatullah. Dan pengenalan ini bukan cuma teori. Ia membawa ketenangan dan ketentraman yang nyata, seperti firman-Nya dalam Ar-Ra’d ayat 28.

Nah, salah satu momen zikir yang sangat dianjurkan adalah seusai shalat. Jangan buru-buru bubar begitu salam diucapkan. Ada baiknya kita merutinkan istighfar dan bacaan zikir lainnya di saat-saat itu. Menurut sejumlah ulama, kebiasaan ini bisa menguatkan ibadah, menenangkan hati, dan memudahkan kita mendapat pertolongan Allah.

Lafaz yang biasa dibaca? Coba ucapkan astaghfirullah yang artinya "aku minta ampun kepada Allah" sebanyak tiga kali. Lalu lanjutkan dengan, Allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta ya dzal jalali wal ikram.

Konon, Nabi Saw sendiri juga beristighfar tiga kali usai shalat, persis seperti yang diajarkan Al-Auza’i dalam riwayat Muslim.

Kemudian ada lagi zikir panjang yang maknanya dalam. Kurang lebih begini bunyinya:

Riwayat Bukhari dan Muslim mencatat bacaan ini. Ada juga tahlil laa ilaha illallah yang menurut Abdullah bin Zubair biasa dibaca Nabi di akhir shalat.

Lalu, siapa yang tak kenal amalan membaca Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar masing-masing 33 kali? Imam Nawawi menegaskan, hadis Muslim menyebutkannya secara terpisah. Katanya, dosa-dosa orang yang membacanya akan diampuni, sebanyak apa pun, semacam buih di lautan.

Jangan lupa juga ayat Kursi. Membacanya setiap selesai shalat fardhu, kata riwayat Nasai, akan membuka jalan ke surga. Tiga surat pendek Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas juga sangat dianjurkan. Mereka sering disebut mu’awwidzat, pelindung.

Doa ini dibaca setelah salam shalat Subuh, seperti tercatat dalam riwayat Ibnu Majah dan Ahmad.


Halaman:

Komentar