Iran kembali menyerang. Kali ini, sasarannya adalah pasukan Amerika Serikat yang berada di Kuwait, tepatnya di markas Kamp Arifjan. Serangan itu dilakukan menggunakan drone, menurut laporan yang beredar Kamis lalu.
Menurut sejumlah saksi, bukan cuma Arifjan yang jadi target. Kamp Udairi, sebuah fasilitas militer AS utama di barat laut Kuwait, juga ikut diserang. Televisi pemerintah Iran menyiarkan pernyataan resmi militer mereka soal hal ini.
"Unit-unit drone angkatan laut kami menargetkan lokasi Kamp Udairi pasukan AS di Kuwait menggunakan drone tempur," begitu bunyi pernyataan itu.
Nama Udairi mungkin kurang familiar. Tempat itu lebih dikenal sebagai Kamp Buehring, pangkalan penting AS di wilayah tersebut.
Ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, di hari Selasa, Garda Revolusi Iran (IRGC) sudah mengklaim meluncurkan "gelombang serangan baru". Mereka menyebut Arifjan, yang menampung pasukan AS, dihujani sepuluh drone. Dan klaimnya, serangan itu tepat sasaran.
Namun begitu, suasana di pihak lain justru terasa senyap. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Kuwait maupun Amerika Serikat. Keheningan mereka menimbulkan tanda tanya besar tentang situasi sebenarnya di lapangan.
Artikel Terkait
Trump Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata Usai Serangan di Selat Hormuz
Gedung Putih Pastikan Wapres AS Pimpin Delegasi ke Pakistan untuk Bicara dengan Iran
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Serupa Yesus, Kian Panaskan Ketegangan dengan Vatikan
Mentan Klaim Stok Beras 4,9 Juta Ton Siap Hadapi El Nino 2026