PLB Temajuk di Sambas Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2026, Tunggu Penyelesaian Jalan

- Kamis, 05 Maret 2026 | 20:20 WIB
PLB Temajuk di Sambas Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2026, Tunggu Penyelesaian Jalan

Kalimantan Barat bakal punya pintu baru ke Malaysia. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI berencana meresmikan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kabupaten Sambas. Targetnya? Sekitar pertengahan 2026 nanti. Tapi, rencana ini masih bergantung pada satu hal krusial: penyelesaian jalan menuju lokasi.

“Rencana peresmian PLB Temajuk ditargetkan pada pertengahan 2026, menunggu penyelesaian pengerjaan jalan di Temajuk,” ujar Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, dalam keterangan tertulis Kamis lalu.

Pernyataan itu ia sampaikan usai meninjau langsung kawasan perbatasan pada Rabu (4/3). Kunjungannya bertujuan memastikan kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukung sebelum PLB itu benar-benar beroperasi penuh.

Soal jalan itu, Makhruzi menjelaskan bahwa pengerjaannya sedang berlangsung. Balai Jalan Kementerian PUPR kini tengah meningkatkan ruas jalan Teluk Atong-Temajuk sepanjang 1,3 kilometer. Penyelesaian akses ini dianggap vital. Tanpa jalan yang layak, mobilitas warga, petugas, dan arus logistik ke PLB tentu tak akan optimal.

Menariknya, secara fisik bangunan PLB Temajuk sendiri sudah berdiri. Selesai. Namun begitu, masih ada sejumlah pekerjaan penunjang yang mesti digarap. Misalnya, penataan lingkungan kawasan pabean, pembangunan pagar, hingga relokasi Pos Dalduk Satgas Pamtas dan pembongkaran pos lama Bea Cukai.

“Kesiapan fasilitas pendukung tersebut menjadi bagian penting agar operasional PLB dapat berjalan tertib sesuai standar pelayanan lintas batas negara,” ungkapnya.

Nah, begitu semuanya siap, jalur perlintasan resmi antara Indonesia dan Malaysia di Temajuk-Telok Melano akan dibuka kembali. Ini merujuk pada kesepakatan Border Crossing Agreement (BCA) yang telah disepakati kedua negara pada 2023.

“Dengan dibukanya kembali jalur Temajuk-Telok Melano, diharapkan mobilitas masyarakat perbatasan menjadi lebih tertib dan terkelola melalui jalur resmi,” terang Makhruzi.

Di sisi lain, fasilitas pelayanan di dalam PLB juga telah disiapkan untuk mendukung operasional instansi terkait. Mulai dari keimigrasian, kepabeanan, hingga kekarantinaan yang mencakup layanan kesehatan serta karantina untuk hewan dan tumbuhan.

Ke depan, BNPP RI akan memfasilitasi mobilisasi personel lintas instansi dan mengelola PLB Temajuk yang direncanakan sebagai PLBN tipologi D. Harapannya jelas: kehadiran pintu resmi ini bisa menghidupkan kembali aktivitas lintas batas sekaligus memperketat pengawasan di wilayah perbatasan.

Selain urusan PLB, dalam kunjungan itu Makhruzi juga mendorong Pemkab Sambas untuk menyiapkan lahan. Ada rencana pembangunan Universitas Pertahanan oleh Kementerian Pertahanan di wilayah Sambas. Kehadiran kampus itu diharapkan bisa memperkuat SDM dan mendukung pembangunan kawasan perbatasan.

Tak cuma itu, BNPP RI bersama Pemkab Sambas juga sedang menggagas sesuatu yang lebih besar. Mereka ingin mengusulkan Sambas sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Perbatasan dengan sektor andalan pariwisata. Usulan ini akan dipersiapkan melalui penyusunan regulasi dan dikoordinasikan dengan beberapa kementerian terkait. Sebuah langkah awal yang ambisius, tentunya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar