Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri

- Minggu, 18 Januari 2026 | 22:25 WIB
Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri

Itu penjelasan Rumbai usai acara. Dia merasa tak dihargai. Karena itulah, pihaknya sudah mengirim surat keberatan ke Kementerian Kebudayaan, dengan tembusan untuk Presiden Prabowo Subianto. Mereka menilai ada ketidakadilan dalam proses keputusan menteri tersebut.

Di sisi lain, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi, menyatakan penyesalan mendalam.

Ucapnya meminta maaf, karena acara kenegaraan ternoda oleh hal yang sebenarnya bisa dihindari.

Insiden ini sebenarnya hanya puncak gunung es. Suasana di Keraton Solo memang sudah memanas sejak mangkatnya Raja Paku Buwono XIII. Perebutan tahta pun muncul. Putra almarhum, Gusti Purbaya, mendeklarasikan diri sebagai Paku Buwono XIV.

Sementara itu, Maha Menteri Keraton, KGPA Tedjowulan, menyatakan telah terjadi kekosongan kekuasaan sejak November 2025 lalu.

Namun begitu, ada perkembangan lain. Rembug Keluarga Keraton Solo pada pertengahan November 2025 justru menetapkan KGPH Hangabehi sebagai penerus tahta, juga dengan gelar Paku Buwono XIV. Pertemuan yang dihelat oleh Ketua LDA, GRAy Koes Murtiyah Wandansari (Gusti Moeng) adik mendiang raja itu bertujuan menyatukan keluarga dan menjaga kelestarian keraton.

Jadi, satu keraton, dua klaim. Dan kericuhan hari ini hanyalah babak baru dari ketegangan yang sudah berlangsung lama.


Halaman:

Komentar