Permintaan Kasur Vakum Melonjak di E-Commerce Sambut Ramadan

- Kamis, 05 Maret 2026 | 17:00 WIB
Permintaan Kasur Vakum Melonjak di E-Commerce Sambut Ramadan

Momen Ramadan dan jelang Lebaran selalu bikin orang ingin berbenah. Salah satu yang paling sering dicari? Perlengkapan rumah tangga, termasuk kasur. Fenomena ini jelas terasa di berbagai situs belanja online, di mana angka penjualannya melonjak drastis.

Di Lazada, misalnya, permintaan untuk kasur vakum dari brand INTHEBOX naik signifikan. Lonjakan ini berbarengan dengan program promo mereka, Lazada 3.3 Ramadan Mega Sale, yang masih berlangsung hingga 6 Maret nanti.

Ramadan, Puncak Belanja Online

Data dari Jakpat Consumer & Commerce Outlook 2026 menguatkan tren ini. Tercatat, 95% konsumen usia 17-55 tahun lebih memilih belanja online. Bahkan, 88% di antaranya menganggap e-commerce sebagai saluran utama.

Laporan Nielsen 2025 juga menyoroti peningkatan belanja rumah tangga saat Ramadan 2024, yang naik hingga 1,2 kali lipat. Apa pemicunya? Promo dan penawaran harga menarik di kanal digital, tentu saja. Tak heran, periode ini jadi salah satu yang paling sibuk bagi platform e-commerce dan brand yang berjualan di sana.

Kasur Vakum, Jawaban Buat yang Cari Praktis

Merespons tren ini, INTHEBOX menghadirkan inovasi kasur vakum. Ide dasarnya sederhana: mempermudah proses beli dan kirim. Feiko Revoliady Robin, Chief Strategy Officer INTHEBOX, mengungkapkan produk ini lahir dari keluhan konsumen yang menganggap pembelian kasur tradisional itu ribet.

“Proses pengepakan dan pengiriman kasur konvensional memang butuh logistik yang mahal dan rumit,” katanya.

“Teknologi kami memungkinkan konsumen dapat kasur berkualitas yang dikirim secara ringkas. Hasilnya, produk kami jadi lebih mudah dijangkau,” tambah Feiko dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).

Intinya, kasur vakum ini dikemas lebih kompak. Jadi, pengirimannya lebih gampang, apalagi lewat jalur e-commerce.

Strategi Digital, Fondasi INTHEBOX

Sejak 2017, INTHEBOX memang mengandalkan strategi pemasaran digital. Target pasar mereka jelas: generasi milenial dan Gen Z yang sudah sangat akrab dengan belanja online.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar