Pemerintah tentu punya penjelasan sendiri.
Mereka menegaskan penunjukan ini murni berdasar kompetensi. Latar belakang keluarga atau popularitas bukan pertimbangan. Noe Letto disebut akan memberikan masukan strategis terkait geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi.
Meski begitu, yang ditunggu publik adalah bukti. Akankah suara kritis dari lingkaran Kenduri Cinta tetap lantang seperti dulu? Atau justru perlahan meredup, tersapu oleh etika birokrasi dan tuntutan loyalitas dalam institusi?
Nah, di sinilah ujian sebenarnya dimulai. Sebuah jabatan bisa memperkuat kontribusi, tak bisa dipungkiri. Namun, ia juga berpotensi menjadi senyap yang harganya sangat mahal.
Artikel Terkait
Gerakan Rakyat Resmi Berkibar Jadi Partai, Sahrin Hamid Pimpin Transformasi
Harapan dan Doa di Pondok Bambu untuk Yoga, Korban Hilang Pesawat Maros
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya
Puisi: Arsip Sunyi yang Menyimpan Kekecewaan Publik