Pemerintah tentu punya penjelasan sendiri.
Mereka menegaskan penunjukan ini murni berdasar kompetensi. Latar belakang keluarga atau popularitas bukan pertimbangan. Noe Letto disebut akan memberikan masukan strategis terkait geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi.
Meski begitu, yang ditunggu publik adalah bukti. Akankah suara kritis dari lingkaran Kenduri Cinta tetap lantang seperti dulu? Atau justru perlahan meredup, tersapu oleh etika birokrasi dan tuntutan loyalitas dalam institusi?
Nah, di sinilah ujian sebenarnya dimulai. Sebuah jabatan bisa memperkuat kontribusi, tak bisa dipungkiri. Namun, ia juga berpotensi menjadi senyap yang harganya sangat mahal.
Artikel Terkait
Polisi Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional untuk Antisipasi Macet Mudik Lebaran 2026
DPRD Sulsel dan Tim Teknis Temukan Ketebalan Aspal Jalan Hertasning Sesuai Standar
Dua Aktivis Pati Bebas Bersyarat Usai Divonis 6 Bulan Penjara
Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Takalar