Dajjal Kecil dan Transaksi Menjadi Ternak Iblis
Sutoyo Abadi
Dalam Sirah Nabawiyah dijelaskan, akan tiba masanya manusia kehilangan kemampuan membedakan hak dan batil. Saat bertemu Dajjal, mereka akan terperangkap tipu dayanya. Salah satu tipuan paling berbahaya adalah ilusi tentang api dan air. “Yang dilihat manusia sebagai api, sebenarnya air. Sedangkan, apa yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya adalah api,” begitu sabda Nabi dalam riwayat Muslim.
Dajjal besar mungkin belum muncul. Tapi, pernahkah kita bertanya: apakah zaman ini sudah diawali oleh kehadiran para “Dajjal kecil”? Banyak orang kini tampak kebingungan. Mana yang benar, mana yang salah, kabur sekali batasnya.
Saya sendiri sering merasa was-was. Jangan-jangan hati ini sudah buta, atau iman sedang merana. Berkali-kali tertipu oleh permainan Dajjal kecil, tapi masih saja terjebak. Bahkan, tanpa sadar, ikut larut dalam merekayasa tipuan itu. Astaga, kita bisa tersesat tanpa menyadarinya.
Hingga akhirnya, sinyal-sinyal penipuan pun tak lagi terbaca. Lihatlah mereka yang mengaku beriman, tampil meyakinkan dengan dalih perjuangan suci. Mereka pura-pura lugu dan jujur, penuh dengan ayat-ayat suci. Tapi ujung-ujungnya, penipu juga.
Ini tak cuma terjadi di level biasa. Seorang ilmuwan yang merangkap aktor, politikus licik, pejabat tinggi negara, bahkan seorang presiden bisa tampil dengan kostum kesucian moral. Mereka berkoar dengan jargon idealisme, pidato berapi-api. Namun pada kenyataannya, semua itu sandiwara belaka.
Di panggung, bicara mereka lembut tentang etika, kebenaran, dan kesediaan mati demi rakyat. Tapi di balik layar, mereka adalah pengkhianat negara.
Nah, di sisi lain, perjuangan untuk menegakkan kejujuran dan keadilan justru dianggap musuh oleh para Dajjal kecil ini. Potensi idealisme harus dibunuh dan dibantai. Tujuannya jelas: agar kehidupan hedonis kaum kapitalis yang ibarat para iblis bisa berjalan tanpa gangguan.
Artikel Terkait
Serpihan Ditemukan, Menteri Perhubungan Pantau Langsung Pencarian ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Noe Letto di Wantimpres: Penunjukan Strategis atau Strategi Penjinakan?
Prabowo Menitikkan Air Mata di Pernikahan Sekretaris Pribadinya
Pernikahan di Tengah Banjir, Sukacita Tak Tergenang Air