Begitu tandasnya, menutup percakapan.
Perputaran 180 derajat ini tentu saja tak luput dari sorotan netizen. Reaksinya beragam, tapi satu kata yang banyak muncul: menjijikan. Seperti yang diunggah satu akun.
Tak cuma itu, cibiran lain pun berdatangan. Sebagian mempertanyakan logika dasar dari pernyataan barunya.
Ada juga yang menyindir dengan bahasa yang lebih kasar, mencerminkan kekecewaan atau kemarahan terhadap sikap plin-plan tersebut.
Pertemuan di Solo rupanya bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia telah mengubah narasi secara frontal. Dari tuntutan hukum yang keras, berubah menjadi pujian atas akhlak. Sebuah perubahan yang, bagi banyak orang, terasa terlalu cepat dan sulit dicerna. Ini menunjukkan bagaimana dinamika politik bisa mengubah sudut pandang seseorang dalam waktu yang singkat.
Artikel Terkait
Prabowo Lepas Landas ke London dan Davos, Awali Perjalanan dengan Pertemuan Kilat di Halim
Ali Shaath Pimpin Rekonstruksi Gaza, Tandai Fase Baru Rencana Perdamaian
Para Pemimpin Gereja Yerusalem Serukan Penolakan Terhadap Zionisme Kristen
Hujan Deras Landa Jakarta, 23 Ruas Jalan dan 47 RT Terendam Banjir