Pras menegaskan, ini bukan masalah saluran tersumbat. Masalahnya lebih pada volume air yang begitu besar dan datang sekaligus, sehingga sistem drainase kewalahan. “Ini karena hujan dari sore kemarin sampai pagi tadi sekitar jam 7 masih tinggi. Bukan karena sumbatan, tapi antrean air,” jelasnya.
Upaya penanganan sendiri sudah dimulai sejak pagi buta, sekitar pukul tujuh. Petugas dari berbagai instansi seperti Damkar dan SDA turun tangan, fokus melakukan penyedotan di titik-titik rawan seperti depan Sate Maranggi. Kerja sama itu yang akhirnya membuahkan hasil. Arus lalu lintas yang sempat dialihkan, perlahan bisa kembali normal.
Meski begitu, Pras punya pesan khusus untuk pengendara sepeda motor.
Imbaunya. Rupanya, banjir pagi itu telah memakan korban beberapa kendaraan yang mogok karena terendam. Jadi, kehati-hatian tetap jadi kunci utama meski air sudah surut.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Rp33.000 per Gram
Masjid Istiqlal Houston Jadi Pusat Ukhuwah bagi Muslim Multikultural di Ramadan
Analisis CSIS: Operasi Militer AS di Iran Habiskan Rp62,6 Triliun dalam 100 Jam Pertama
Valverde Cetak Gol Telat, Real Madrid Taklukkan Celta Vigo 2-1