Khamenei Tuding AS dan Israel Dalang Kerusuhan, Janji Pertanggungjawaban

- Minggu, 18 Januari 2026 | 07:00 WIB
Khamenei Tuding AS dan Israel Dalang Kerusuhan, Janji Pertanggungjawaban

Namun, dia menegaskan, bangsa Iran telah mematahkan pemberontakan itu. Dengan berkumpulnya jutaan orang di Teheran dan kerumunan besar di kota-kota lain, rakyat Iran disebut berhasil menghantam para penipu. “Segala puji bagi Allah,” sambungnya.

“Bangsa Iran telah mengalahkan Amerika,” serunya. Pemberontakan yang dilancarkan dengan persiapan matang itu, katanya, hanyalah pendahuluan untuk aksi lebih besar. Tapi rakyat Iran sudah mengalahkannya.

Tapi, itu belum cukup. “Benar, kita sudah memadamkan pemberontakan. Tapi tidak cukup. AS harus dimintai pertanggungjawaban.”

Khamenei kemudian menjelaskan sikapnya. “Kita tidak ingin membawa negara ini ke perang. Tapi kita juga tak akan mengabaikan para penjahat domestik.”

“Dan yang lebih buruk dari penjahat domestik adalah penjahat internasional. Kita juga tak akan biarkan mereka lolos.” Hal ini, katanya, harus diupayakan dengan metode yang tepat. Dengan keberhasilan ilahi, sebagaimana kekuatan pemberontakan dipatahkan, kekuatan para penyebarnya pun harus dipatahkan.

"

Dalam pidatonya, Khamenei juga menyebut aksi perusakan yang meluas. Dia mengklaim lebih dari 250 masjid dan fasilitas medis dibakar oleh para pengunjuk rasa.

Menurut narasi resmi, unjuk rasa awalnya damai. Bermula pada 28 Desember di beberapa kota, protes ini berkaitan dengan kenaikan harga dan kesulitan ekonomi.

“Pemerintah mengakui tuntutan mereka dan kesulitan yang dihadapi,” kata koresponden Al Jazeera, Resul Serdar Atas.

Tapi dia menambahkan, pihak berwenang kini berpendapat demonstrasi itu kemudian “dibajak oleh aksi kekerasan yang menerima perintah dari kekuatan luar.”

Para pejabat Iran mengklaim para pelaku “dilengkapi, dibiayai, dan dilatih” oleh aktor asing. Khamenei menempatkan Trump sebagai pusat dari plot ini.


Halaman:

Komentar