Gelar B.Sc. Gibran Picu Polemik Kelulusan SMA di Media Sosial

- Minggu, 18 Januari 2026 | 06:40 WIB
Gelar B.Sc. Gibran Picu Polemik Kelulusan SMA di Media Sosial

Poster bergambar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu tiba-tiba ramai. Yang jadi sorotan bukan fotonya, tapi gelar "B.Sc." yang tercantum di sana. Warganet pun ramai-ramai mengomentarinya.

Lewat akun X-nya, @regar_op0sisi menyentil dengan nada sarkastik. "Gak tamat SMA tapi punya gelar B Sc.," tulisnya, lengkap dengan foto poster yang dimaksud.

Sebenarnya, B.Sc. itu singkatan dari Bachelor of Science. Gelar sarjana S1 internasional ini umumnya diberikan buat lulusan bidang sains dan teknologi. Tapi dalam konteks Gibran, gelar ini justru memantik polemik lama: soal status kelulusan sekolah menengah atasnya.

Di sisi lain, ada klaim yang lebih keras datang dari seorang peneliti bernama Dr. Rismon Hasiholan Sianipar. Dalam penelitiannya, dia dengan tegas menyatakan bahwa Gibran tidak lulus SMA. Klaim ini bahkan sudah dibukukan.

Judul bukunya terang-terangan: "GIBRAN END GAME, WAPRES TAK LULUS SMA".

Di Twitter, riuhnya makin menjadi. Salah satu cuitan dari akun @nasaktion2, misalnya, menafsirkan B.Sc. dengan cara yang sinis: "BSC= Bodoh Songong Cabul?"

Tak ketinggalan, Dr. Rismon sendiri juga aktif bersuara di platform tersebut. Di awal tahun 2026, dia menulis resolusi yang keras.

"Resolusi saya 2026, MAKZULKAN WAPRES GIBRAN YANG TAK LULUS SMA, HANCURKAN DINASTI RAKUS KEKUASAAN JOKOWI!" kicaunya, disertai gambar sampul bukunya.

Gelar akademik yang mestinya jadi prestasi, dalam kasus ini justru berubah jadi bahan perdebatan panas. Narasinya pun terbelah: antara penjelasan formal soal arti gelar dan klaim-klaim personal yang terus bergulir. Semuanya berbaur di ruang digital, menciptakan hiruk-pikuk yang tak kunjung reda.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar