Subuh Berjemaah di Masjid Nurul Iman, Polisi Riau Sapa Warga Sambil Gaungkan Kamtibmas dan Hijau

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:15 WIB
Subuh Berjemaah di Masjid Nurul Iman, Polisi Riau Sapa Warga Sambil Gaungkan Kamtibmas dan Hijau

Subuh yang masih sejuk di Masjid Nurul Iman, Pekanbaru, Sabtu kemarin, diramaikan oleh kegiatan yang berbeda. Polda Riau menggagas Gerakan Salat Subuh Berjemaah, yang tujuannya tak cuma ibadah. Ini jadi cara mereka mendekatkan diri pada warga, sambil menyisipkan pesan penting: jaga keamanan dan lingkungan kita.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi didampingi sejumlah pejabat utama. Mulai dari Direktur Samapta, Dirlantas, hingga Kapolresta Pekanbaru. Mereka tak cuma shalat, tapi juga langsung berbincang dengan masyarakat usai menunaikan ibadah.

Brigjen Hengki kemudian menyampaikan amanatnya. Ia menekankan dua hal: keamanan ketertiban masyarakat atau kamtibmas, dan program Green Policing yang digagas Kapolda.

"Lingkungan yang hijau dan asri akan menciptakan masyarakat yang sehat. Kekompakan warga akan membuat kita kuat dan mampu menciptakan keamanan serta lingkungan yang indah," ujar Hengki.

Menurutnya, kegiatan semacam ini adalah pintu masuk yang tepat. Bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar untuk mempererat tali silaturahmi.

"Sebagai warga Kota Pekanbaru, saya ingin bersilaturahmi langsung dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat," imbuhnya lagi.

Harapannya jelas. Silaturahmi yang terbangun harus berkelanjutan, bukan seremonial belaka. Dengan hubungan yang baik, tercipta situasi kamtibmas yang kondusif. Di sisi lain, kepedulian terhadap penghijauan dan kebersihan lingkungan juga diharapkan tumbuh bersama.

Nampaknya, gerakan ini disambut positif. Tokoh masyarakat, pemuda, dan warga yang hadir terlihat akrab dan bahagia. Suasana kekeluargaan itu yang mungkin jadi kunci polisi dan masyarakat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, membicarakan hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Gerakan Subuh Berjemaah ini, jika konsisten, bisa jadi contoh. Pendekatan yang humanis, jauh dari kesan kaku, seringkali lebih efektif menyentuh hati. Dan dari hati, biasanya lahir niat tulus untuk bekerja sama menjaga kampung halaman.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar