Seorang anggota Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, memilih jalan yang tak terduga: desersi dan bergabung dengan tentara bayaran Rusia. Langkah nekatnya ini membawanya jauh dari Aceh, tepatnya ke wilayah Donbass di Ukraina Timur sebuah kawasan yang sudah lama jadi medan tempur panas antara Rusia dan Ukraina.
Ceritanya memang kompleks. Menurut penelusuran, Rio ternyata sudah tak masuk dinas sejak awal Desember 2025. Tak ada kabar, tak ada izin. Yang kemudian mencuat justru kabar bahwa dia sudah ada di luar negeri, terlibat dengan milisi bayaran yang mendukung Rusia.
Bahkan, ada klaim yang beredar soal pangkat dan imbalan yang dia terima. Rio disebut-sebut menyandang pangkat Letnan Dua di sana, dengan bonus awal bergabung sekitar Rp 420 juta dan gaji bulanan yang menggiurkan, kira-kira Rp 42 juta. Informasi ini masih perlu dikonfirmasi, tapi yang jelas, polisi sudah gerak cepat.
Polda Aceh tak tinggal diam. Mereka sudah memecat Rio secara tidak dengan hormat melalui Sidang Komisi Kode Etik Polri. Alasannya jelas: desersi. Tak hanya itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Interpol untuk melacak keberadaannya yang kini hilang di zona konflik.
Menariknya, Rio bukan kasus pertama. Sebelumnya, nama Satria Kumbara, mantan anggota TNI AL, juga sempat ramai karena dikabarkan memihak Rusia dalam konflik yang sama. Sepertinya, ada daya tarik tertentu yang membuat beberapa orang nekat terjun ke kancah perang yang jauh itu.
Penjelasan Polda Aceh: Dari Sanksi Disiplin Hingga Pesan WhatsApp dari Zona Perang
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, membeberkan kronologi lengkapnya. Ternyata, masalah Rio ini berawal lebih awal. Dia sudah dijatuhi sanksi demosi dua tahun dan ditempatkan di Yanma Brimob karena kasus pelanggaran etik diduga terkait perselingkuhan dan pernikahan siri.
Artikel Terkait
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta
Ketua RT di Karanganyar Luncurkan Ronda Terbang, Pantau Kampung dengan Drone Hasil Tabungan 7 Tahun
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, 11 Orang dalam Penerbangan Yogyakarta-Makassar
Pohon Kebaikan Wan Daud: Puisi untuk Membangkitkan Singa Islam yang Tertidur