"Acara inti sudah selesai sepenuhnya. Para ustadz dan tokoh agama juga sudah pulang semua. Hiburan dangdut itu cuma untuk kami-kami, panitia, yang lagi membereskan barang dan lokasi," ujar Hadiyanto.
Namun begitu, ia dan panitia menyadari dampaknya. Mereka paham betul, penampilan itu menimbulkan persepsi yang buruk di mata masyarakat luas. "Kami minta maaf sebesar-besarnya. Tidak ada sama sekali niat kami untuk menodai acara keagamaan," tegasnya.
Permohonan maaf secara terbuka itu disampaikan setelah video terus menyebar. Panitia tampaknya tak menyangka, hiburan kecil untuk kalangan internal justru berujung pada kontroversi yang merusak citra peringatan yang mereka selenggarakan.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Sulsel Sepanjang Minggu
Bahlil Lahadalia Sindir Penambahan Kursi Saat Nuzulul Quran, MUI: Jangan Bikin Candaan Agama
Lamine Yamal Pecah Kebuntuan, Bawa Barcelona Menang Tipis di Markas Bilbao
Chelsea Tumbangkan Wrexham 4-2 dalam Laga Sengit Perempat Final Piala FA