"Acara inti sudah selesai sepenuhnya. Para ustadz dan tokoh agama juga sudah pulang semua. Hiburan dangdut itu cuma untuk kami-kami, panitia, yang lagi membereskan barang dan lokasi," ujar Hadiyanto.
Namun begitu, ia dan panitia menyadari dampaknya. Mereka paham betul, penampilan itu menimbulkan persepsi yang buruk di mata masyarakat luas. "Kami minta maaf sebesar-besarnya. Tidak ada sama sekali niat kami untuk menodai acara keagamaan," tegasnya.
Permohonan maaf secara terbuka itu disampaikan setelah video terus menyebar. Panitia tampaknya tak menyangka, hiburan kecil untuk kalangan internal justru berujung pada kontroversi yang merusak citra peringatan yang mereka selenggarakan.
Artikel Terkait
Pohon Kebaikan Wan Daud: Puisi untuk Membangkitkan Singa Islam yang Tertidur
Dari Aceh ke Donbass: Kisah Briptu yang Desersi dan Jadi Tentara Bayaran Rusia
Senator Papua Kritik Lembaga Baru: Papua Butuh Dialog, Bukan Birokrasi
Gema Bangsa Resmi Melangkah, Langsung Dukung Prabowo di 2029