Lebih ke arah kritik terhadap sistem. Akun itu mendorong gagasan federalisme, sambil mengkritik sentralisasi kekuasaan yang selama ini terpusat di Jawa. Mereka juga menyoroti sejarah, ambil contoh tragedi Bubat, sebagai gambaran rivalitas lama yang dianggap masih punya dampak. Inti argumennya sebenarnya cuma satu: memperjuangkan kesetaraan antar wilayah di Indonesia.
Di sisi lain, @indepenSumatera sendiri tampaknya cukup menikmati perbandingan ini. Mereka bahkan membagikan tangkapan layar yang memuji analisis @grok.
Jadi, kalau dilihat dari sini, narasinya lebih kompleks. Bukan sekadar "benci", tapi lebih pada ketidakpuasan terhadap struktur yang dianggap timpang. Meski begitu, cara penyampaian yang tajam dan pilihan contoh historis yang sensitif kerap memantik polemik sendiri. Ruang diskusi kita memang selalu berwarna, kadang panas, tapi itulah yang terjadi ketika isu-isu lama bertemu dengan medium baru.
Artikel Terkait
Gaji Fantastis Sabrang Noe Letto di Dewan Pertahanan Nasional Terkuak
Sutoyo Abadi Sindir Eggi Sudjana: Terserang Al-Wahn dan Takut Penjara?
Bukti-Bukti Kepalsuan Ijazah Jokowi Kian Menguat, Restorative Justice Jadi Tak Bermakna
Penyidikan Polda Metro Jaya Dianggap Tunduk pada Perintah dari Solo, SP-3 Dinilai Cacat Hukum