Kiai Eko Tuding Bencana Aceh Sebagai Laknat, Warganet Geram

- Jumat, 16 Januari 2026 | 12:00 WIB
Kiai Eko Tuding Bencana Aceh Sebagai Laknat, Warganet Geram

Pernyataan seorang tokoh agama dari Jawa Tengah, Kiai Haji Ahmad Eko Nuryanto, soal bencana alam di Aceh tiba-tiba jadi perbincangan panas di media sosial. Intinya, dia mengaitkan musibah itu dengan isu-isu kemerdekaan yang kadang masih mengemuka di sana. Bagi banyak orang, kaitan semacam ini terdengar ngawur dan bikin kesal.

Video dan kutipan ucapannya menyebar cepat. Dalam pernyataannya, meski menyebut Aceh sebagai Serambi Mekah, Kiai Eko seolah menuding bahwa "laknat Tuhan" datang karena masih ada suara-suara separatis. Ya, klaim yang berat dan langsung memantik badai kritik.

Reaksi warganet pun beragam, meski mayoritas jelas mengecam. Banyak yang bilang, narasi seperti ini tidak punya dasar ilmiah, juga secara teologi dianggap keliru. Yang lebih berbahaya, kata mereka, ini bisa menyudutkan satu kelompok dan berpotensi memecah belah. "Janganlah menyamaratakan, apalagi menghubung-hubungkan bencana dengan stigma politik," kira-kira begitu suara yang dominan.

Memang, ada segelintir yang mencoba memahami ini sebagai pandangan pribadi yang subjektif. Tapi suara itu tenggelam oleh gelombang kecaman yang jauh lebih besar.

Intinya, publik meminta tokoh agama lebih berhati-hati. Isu bencana, keimanan, dan identitas daerah adalah hal yang sensitif. Perkataan yang terkesan gegabah bisa menyakiti korban dan keluarga mereka yang sedang berduka.

Hingga kini, perdebatan itu masih terus bergulir di timeline. Viralnya pernyataan ini menunjukkan betapa ruang digital kita masih rentan dengan narasi-narasi yang menyederhanakan persoalan kompleks. Semoga saja ada hikmahnya: kita jadi lebih bijak menyikapi setiap informasi, terutama yang menyangkut duka orang lain.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar