Pernyataan seorang tokoh agama dari Jawa Tengah, Kiai Haji Ahmad Eko Nuryanto, soal bencana alam di Aceh tiba-tiba jadi perbincangan panas di media sosial. Intinya, dia mengaitkan musibah itu dengan isu-isu kemerdekaan yang kadang masih mengemuka di sana. Bagi banyak orang, kaitan semacam ini terdengar ngawur dan bikin kesal.
Video dan kutipan ucapannya menyebar cepat. Dalam pernyataannya, meski menyebut Aceh sebagai Serambi Mekah, Kiai Eko seolah menuding bahwa "laknat Tuhan" datang karena masih ada suara-suara separatis. Ya, klaim yang berat dan langsung memantik badai kritik.
Reaksi warganet pun beragam, meski mayoritas jelas mengecam. Banyak yang bilang, narasi seperti ini tidak punya dasar ilmiah, juga secara teologi dianggap keliru. Yang lebih berbahaya, kata mereka, ini bisa menyudutkan satu kelompok dan berpotensi memecah belah. "Janganlah menyamaratakan, apalagi menghubung-hubungkan bencana dengan stigma politik," kira-kira begitu suara yang dominan.
Artikel Terkait
Restorative Justice Diusulkan untuk Kasus Ijazah Palsu yang Libatkan Nama Jokowi
Saldo JakLingko Ludes Dicuri, Pelaku Berdalih Butuh Uang Beli Susu Anak
Medali Nobel Perdamaian Machado Berlabuh di Tangan Trump
Pascabencana Sumatera, Satgas Fokus pada Membangun Lebih Tangguh