Pernyataan seorang tokoh agama dari Jawa Tengah, Kiai Haji Ahmad Eko Nuryanto, soal bencana alam di Aceh tiba-tiba jadi perbincangan panas di media sosial. Intinya, dia mengaitkan musibah itu dengan isu-isu kemerdekaan yang kadang masih mengemuka di sana. Bagi banyak orang, kaitan semacam ini terdengar ngawur dan bikin kesal.
Video dan kutipan ucapannya menyebar cepat. Dalam pernyataannya, meski menyebut Aceh sebagai Serambi Mekah, Kiai Eko seolah menuding bahwa "laknat Tuhan" datang karena masih ada suara-suara separatis. Ya, klaim yang berat dan langsung memantik badai kritik.
Reaksi warganet pun beragam, meski mayoritas jelas mengecam. Banyak yang bilang, narasi seperti ini tidak punya dasar ilmiah, juga secara teologi dianggap keliru. Yang lebih berbahaya, kata mereka, ini bisa menyudutkan satu kelompok dan berpotensi memecah belah. "Janganlah menyamaratakan, apalagi menghubung-hubungkan bencana dengan stigma politik," kira-kira begitu suara yang dominan.
Artikel Terkait
Pasukan Oranye DKI Dikerahkan, 1.790 Personel Bersihkan Sampah Pasca-Banjir
Isra Mikraj di Era Digital: Ketika Logika Tak Mampu Menjawab
Bedah Buku di Bandung Guncang: Tuntutan Adili Jokowi dan Makzulkan Gibran Mengemuka
Dirjen Haji Panggil Sejumlah Biro, Dua Aduan Jemaah Tuntas Lewat Mediasi