Iran punya pemimpin sementara. Menyusul tragedi pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, Dewan Penentu Kebijakan negara itu akhirnya mengambil langkah. Mereka menunjuk seorang ulama senior, Ayatollah Alireza Arafi, untuk masuk ke dalam Dewan Kepemimpinan Sementara yang akan memegang kendali negara.
Kabarnya, penunjukan ini diumumkan langsung lewat unggahan di platform X oleh juru bicara dewan, Mohsen Dehnavi.
"Dewan Penentu Kebijakan telah memilih Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota dewan kepemimpinan sementara," tulisnya.
Nah, dalam struktur sementara ini, Arafi tak bekerja sendirian. Dia akan memimpin bersama dua nama lain yang sudah tak asing: Presiden Masoud Pezeshkian dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei. Tugas mereka jelas, memandu Iran melewati masa transisi yang pelik ini.
"Dewan Sementara akan memimpin negara hingga Majelis Pakar memilih pemimpin tetap sesegera mungkin," tambah Dehnavi dalam pernyataannya.
Sebenarnya, nama Arafi sudah lama beredar sebagai salah satu calon pengganti Khamenei. Dia bukan sosok baru. Ulama terkemuka ini punya rekam jejak panjang di berbagai lembaga pemerintahan dan dikenal sebagai orang kepercayaan almarhum pemimpin tertinggi. Saat ini, selain menjabat wakil ketua Majelis Pakar, dia juga anggota Dewan Penjaga yang sangat berpengaruh badan yang menyaring calon pemilu hingga mengawasi undang-undang. Belum lagi perannya sebagai kepala sistem seminari Iran.
Menurut analis Alex Vatanka dari Middle East Institute, penunjukkan Arafi ke berbagai posisi strategis oleh Khamenei menunjukkan satu hal: kepercayaan yang besar pada kemampuan birokratiknya. Tapi, di sisi lain, ada catatan. Arafi tidak dianggap sebagai tokoh politik yang punya pengaruh kuat, apalagi punya hubungan dekat dengan lingkaran lembaga keamanan.
Di luar politik, pria ini punya sisi lain yang menarik. Dia dikenal mahir teknologi dan fasih berbahasa Arab serta Inggris. Karya tulisnya juga banyak, dengan puluhan buku dan artikel yang sudah diterbitkan. Jadi, meski bukan politisi tulen, bekalnya cukup lengkap.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana dia dan dewan sementara ini mengelola negara dalam situasi yang belum pasti.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3.0 Guncang Tapanuli Selatan
DPR Minta Kejelasan Pemerintah soal Nasib RUU Inisiatif, Termasuk Perlindungan PRT
Kades dan Kontraktor Klaten Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Renovasi Masjid Rp 203 Miliar
Iran Tegaskan Hak Nuklirnya Tak Bisa Ditawar, Desak AS Tunjukkan Itikad Baik