Dalam sebuah wawancara yang cukup mengejutkan, mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dia tidak akan menutup kemungkinan untuk mengirim pasukan darat ke Iran. Pernyataan ini jelas berbeda dengan pendahulunya yang kerap berjanji tak akan ada pengerahan militer semacam itu. Trump, dengan gaya khasnya, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat janji serupa.
"Saya tidak ragu-ragu untuk mengerahkan pasukan darat," ujarnya kepada New York Post.
"Setiap presiden bilang, 'Tidak akan ada pasukan darat.' Nah, saya tidak pernah ngomong begitu."
Dia melanjutkan dengan nada yang lebih ambigu, "Yang saya katakan cuma, 'mungkin kita nggak butuh,' atau, 'kalau memang diperlukan, ya kita lakukan.'"
Menurut sejumlah saksi, Trump juga menyoroti konflik yang sedang berlangsung. Dia menyebut bahwa serangan besar-besaran terhadap Iran sebenarnya belum benar-benar dimulai. "Kita bahkan belum mulai menyerang mereka dengan keras," katanya. "Gelombang besar bahkan belum terjadi. Gelombang besar akan segera datang."
Di sisi lain, ada kebingungan lain yang dia ungkapkan. Pemerintahannya, sambung Trump, mengaku tidak tahu siapa pemimpin tertinggi baru Iran setelah meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam pernyataan terpisah kepada CNN, dia terlihat bingung. "Kita tidak tahu siapa pemimpinnya. Kita tidak tahu siapa yang akan mereka pilih," katanya.
Ucapan-ucapannya ini, seperti biasa, menciptakan gelombang tersendiri. Menimbulkan tanya tentang arah kebijakan luar negeri jika dia kembali berkuasa, dan tentu saja, menambah ketegangan di kawasan yang sudah panas itu.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3.0 Guncang Tapanuli Selatan
DPR Minta Kejelasan Pemerintah soal Nasib RUU Inisiatif, Termasuk Perlindungan PRT
Kades dan Kontraktor Klaten Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Renovasi Masjid Rp 203 Miliar
Iran Tegaskan Hak Nuklirnya Tak Bisa Ditawar, Desak AS Tunjukkan Itikad Baik