Pungli di Exit Tol Rawa Buaya Sirna, Enam Pak Ogah Dibina Dinsos

- Jumat, 16 Januari 2026 | 10:36 WIB
Pungli di Exit Tol Rawa Buaya Sirna, Enam Pak Ogah Dibina Dinsos

Ramp off exit Tol Rawa Buaya di Cengkareng sempat jadi perbincangan hangat. Isunya, ada pungutan liar yang dilakukan oleh para 'Pak Ogah'. Kejadian ini viral di media sosial dan langsung menarik perhatian aparat.

Polisi pun bergerak cepat. Rabu (14/1) lalu, mereka mengamankan enam orang yang diduga sebagai pelaku. Semuanya dibawa ke Mapolsek Cengkareng untuk menjalani pemeriksaan.

Lalu, bagaimana kondisi lokasi sekarang? Pada Jumat pagi (16/1), sekitar pukul delapan lebih, suasana di sana tampak sepi. Tak ada lagi sosok Pak Ogah yang terlihat, begitu juga dengan aktivitas pungli. Kendaraan lalu-lalang dengan bebas.

Namun begitu, pengawasan di tempat itu sepertinya juga mengendur. Tak terlihat petugas kepolisian atau Dishub yang berjaga. Rantai penutup ramp off pun dibiarkan terbuka, sehingga akses ke Jalan Outer Ring Road Cengkareng terbuka lebar. Mungkin karena hari libur nasional, jadi dibiarkan begitu saja. Meski di pinggir jalan, masih terlihat rantai yang menggantung dan beberapa traffic cone berserakan.

Sebelumnya, petugas Dishub Jakarta Barat, Ardiansyah, punya penjelasan lain. Menurutnya, ramp off ini memang rutin ditutup pada pagi hari.

"Penutupan jam 6 pagi pakai rantai. Jam 11 siang udah dibuka," ujar Ardiansyah.

Dibina di Dinas Sosial

Lalu, apa kabar keenam Pak Ogah yang diamankan? Polisi menyebut mereka sudah dimintai keterangan lengkap. Setelah proses itu selesai, mereka tidak ditahan, melainkan diserahkan ke pihak Dinas Sosial.

"Malam tadi sudah diserahkan ke Dinsos. Pembinaan ke Dinsos Kedoya," jelas Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Iptu Aang Kaharudin.

Aang menuturkan, keenam orang itu diamankan saat sedang beraksi di lokasi exit tol. Setelah diamankan, mereka bahkan membuat video klarifikasi. Dalam rekaman itu, mereka berusaha menjelaskan sisi cerita mereka.

Mereka mengaku bahwa penutupan jalan dengan rantai dan traffic cone itu adalah pekerjaan Dishub. Peran mereka, klaim mereka, hanya sekadar 'mencari receh' tanpa ada unsur paksaan.

"Kami meminta maaf untuk kejadian ini, kami tidak akan mengulanginya lagi. Kami mengklarifikasi penutupan area tol Rawa Buaya dengan rantai dengan kotak cone tersebut oleh pihak Dishub. Jadi kami sekadar datang mencari receh," kata salah satu dari mereka dalam video itu.

"Kami juga tidak ada pemaksaan, kami sekadar membantu dan mencari rezeki," tambahnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, polisi telah melakukan koordinasi. Mereka melibatkan Dishub, Satpol PP, dan Ketua RW setempat. Harapannya, pengawasan bersama bisa menghentikan praktik pungli di exit tol tersebut untuk selamanya.

"Sudah berkoordinasi. Dalam pengawasan bersama tidak ada lagi pungli di exit Tol Rawa Buaya," pungkas Aang menegaskan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar