Ia menilai angka-angka itu bukti nyata bahwa program ini dijalankan dengan tergesa-gesa. Standar keamanan pangannya, menurutnya, masih jauh dari memadai.
"Ini adalah lonceng bahaya," tegas Ubaid saat dihubungi Selasa lalu, 13 Januari 2026.
"Membuktikan bahwa MBG hingga saat ini masih 'kejar tayang' tanpa standar keamanan pangan yang jelas."
Ubaid pun mempertanyakan komitmen negara. Bagaimana mungkin program yang seharusnya melindungi justru mengancam nyawa peserta didik?
"Kami menuntut pemerintah berhenti menjadikan anak-anak sebagai tumbal proyek ceroboh," ujarnya dengan nada prihatin.
"Tanpa keamanan pangan dan perlindungan anak yang jelas, program ini justru menjadi ancaman."
Artikel Terkait
Sudirman Sepi, Warga Jakarta Rebut Trotoar untuk Lari dan Sepeda
Islah Bahrawi Beberkan Cerita Gus Yaqut: Jokowi Bawa Dito ke Arab Saudi Bahas Kuota Tambahan Haji
Remaja Nekat Bobol Rel Stasiun Jatinegara, Barang Bukti Ditinggal di Trotoar
Roy Suryo Tampil Mewah di Polda, Polemik Ijazah Jokowi Kembali Menghangat