"Ancaman perang sekarang ini meningkat jauh lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya,"
tegas Anis.
Lalu, bagaimana Indonesia harus menyikapi? Di tengah dunia yang makin tak menentu ini, Anis menekankan satu hal: ketahanan nasional adalah kunci. Indonesia tidak bisa hanya menonton. Negeri ini perlu antisipasi lebih besar dan membangun daya tahan yang kokoh.
Dan bagian terpenting dari ketahanan itu? Kohesi sosial. Menjaga persatuan dan kesatuan di dalam negeri bukan lagi sekadar wacana, melainkan pondasi utama untuk menghadapi gejolak luar.
"Sehingga kita, Indonesia, perlu melakukan antisipasi yang lebih besar, meningkatkan daya tahan kita sebagai bangsa. Dan saya rasa, di antara bagian dari pembentuk ketahanan nasional kita itu adalah kohesi sosial,"
pungkasnya. Pesannya singkat, tapi mendalam: di tengang badai global, bersatu dalam negeri adalah langkah pertama untuk bertahan.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Rel, Delapan Kereta Jakarta-Semarang Terhambat
Candi Palgading: Jejak Mataram Kuno yang Bertahan di Tengah Gempuran Perumahan Sleman
Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Jurang Terpencil Gunung Slamet
Kelahiran Pertama Macan Tutul Amur di Wina Setelah Delapan Tahun