MURIANETWORK.COM – Pemicu pengeroyokan guru di SMK Negeri 3 Berbak, Jambi, akhirnya terungkap. Peristiwa memilukan itu terjadi Selasa lalu, dan rekamannya yang viral bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Bayangkan, seorang guru dikerumuni murid-muridnya sendiri di jam istirahat. Dalam video yang beredar, suasana kacau bahkan terlihat ada senjata tajam di tengah keributan.
Lantas, apa yang memicu amuk massa ini? Semuanya berawal dari sebuah teriakan.
Agus Sunaryo, sang guru, sedang melintas di depan kelas. Dari dalam ruangan, ia mendengar teriakan yang menurutnya melecehkan. Merasa harga dirinya diinjak, Agus pun masuk. Ia ingin tahu siapa pelakunya.
Salah seorang siswa maju dan mengaku. Tapi, menurut Agus, sikap anak itu terlihat menantang. Emosi pun memuncak. Dalam keadaan panas, Agus memberikan tamparan kepada siswa tersebut.
Meski sempat dilerai rekan guru, ketegangan tak juga mereda. Malah, makin menjadi.
Saat Agus berusaha menuju ruang guru, ia dihadang. Sekelompok siswa langsung menyerbu, mengeroyoknya hingga ia mengalami memar di pipi dan punggung. Belum cukup sampai di situ. Menjelang bel pulang, serangan kedua terjadi. Kali ini, batu-batu beterbangan dilemparkan ke arahnya.
Nah, di sinilah muncul pertanyaan besar. Kenapa sampai ada celurit?
Agus memberikan klarifikasi. Ia bilang, senjata tajam itu diambilnya dari sekitar sekolah murni untuk membela diri. Bukan untuk melukai, tapi sekadar upaya membubarkan kerumunan yang terus melempari dirinya dengan batu. “Saya merasa terancam jiwa,” kira-kira begitu alasannya.
Beredar kabar, murid-murah marah karena sang guru dianggap menghina kondisi ekonomi orang tua mereka. Tapi Agus membantah keras tuduhan ini.
Artikel Terkait
Candi Palgading: Jejak Mataram Kuno yang Bertahan di Tengah Gempuran Perumahan Sleman
Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Jurang Terpencil Gunung Slamet
Kelahiran Pertama Macan Tutul Amur di Wina Setelah Delapan Tahun
Ego Harus Terkubur: Dahnil Ingatkan Petugas Haji Soal Pengorbanan Jemaah yang Jual Rumah Demi Baitullah