Jaga Hoki di Imlek 2026: Ini Pantangan yang Dipercaya Bisa Usir Rezeki

- Kamis, 15 Januari 2026 | 20:15 WIB
Jaga Hoki di Imlek 2026: Ini Pantangan yang Dipercaya Bisa Usir Rezeki

Ini mungkin yang paling sulit dijaga: mulut. Mengucapkan kata-kata seperti “mati”, “sakit”, “miskin”, atau “hancur” sangat tabu. Kepercayaannya, kata-kata punya kekuatan. Mengucapkan hal negatif bisa memantik kemalangan, bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga orang sekitar. Jadi, harus ekstra hati-hati.

Kalau Barang Pecah…

Nggak sengaja menjatuhkan piring atau gelas? Wah, itu konon bisa memutus jalannya rezeki. Tapi tenang, ada penangkalnya. Menurut sejumlah sumber, segera bungkus pecahannya dengan kertas merah warna pembawa hoki sambil bisikkan harapan baik. Baru buang bungkusan itu setelah perayaan Imlek berakhir.

Soal Angka dan Uang

Masyarakat Tionghoa umumnya menyukai angka genap, simbol bahwa hal baik datang berpasangan. Tapi ingat, angka 4 (dan turunannya seperti 40) harus dihindari. Soalnya, bunyi angka empat dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata “mati”. Makanya, saat bagi-bagi angpao atau hadiah, perhatikan jumlahnya. Jangan sampai memberi dalam hitungan ganjil atau bernomor sial.

Menu Sarapan Hari Pertama

Sarapan di hari pertama Imlek ada aturannya. Bubur, misalnya, dihindari karena di masa lalu identik dengan makanan orang yang kesulitan ekonomi. Makan bubur dianggap bisa menarik energi kemiskinan di tahun baru.

Lalu, kenapa daging juga pantang? Ini berkaitan dengan penghormatan kepada para dewa. Dipercaya, di hari yang suci ini, para dewa turun dan berkeliling. Menghindari daging adalah bentuk penghormatan, karena banyak dewa Buddha yang menentang pembunuhan hewan.

Intinya, larangan-larangan ini punya makna mendalam. Bukan sekadar takhayul, tapi lebih pada upaya menjaga energi positif dan menghormati tradisi. Dengan mengetahuinya, kita bisa lebih menghargai budaya yang telah mengakar ratusan tahun. Lagipula, siapa sih yang mau mengambil risiko dikait-kaitkan dengan nasib buruk?


Halaman:

Komentar