Di sisi lain, pintu untuk sekolah kedinasan lain masih terbuka lebar. Tito membuka peluang bagi mereka yang mau turun tangan. Kebutuhan tenaga di lapangan, kata dia, masih sangat besar. Terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang tak bisa ditangani alat berat.
Logikanya sederhana: semakin banyak orang yang diterjunkan, pemulihan akan berjalan makin cepat. Karena itu, Tito tak segan meminta tambahan kekuatan. Ia mendengar hampir 1.000 personel TNI/Polri sudah ditugaskan di sana. Tapi ia berharap lebih.
Personel saja tidak cukup. Tito menekankan, kelengkapan peralatan adalah kunci lain yang tak kalah penting. Ia menyebutkan beberapa item krusial yang harus dibawa.
Nada suaranya terdengar mendesak. Di balik meja rapat yang rapi, bayangan lumpur dan reruntuhan di Aceh seolah menjadi latar yang tak terucapkan. Semua bergerak sekarang, berharap waktu bisa dikalahkan.
Artikel Terkait
Kemenkes Bekukan Program Spesialis Mata RSUP Hoesin Usai Terungkap Iuran Paksa Rp 15 Juta per Bulan
Purbaya Ancang-ancang Hantam Rokok Ilegal, Aturan Cukai Baru Segera Diteken
Bayi Dijual Rp 25 Juta, Bidan Jadi Otak Sindikat Perdagangan Bayi di Medan
Sindikat Bayi di Medan Terbongkar, TikTok Jadi Pasar Gelap