Di sisi lain, pintu untuk sekolah kedinasan lain masih terbuka lebar. Tito membuka peluang bagi mereka yang mau turun tangan. Kebutuhan tenaga di lapangan, kata dia, masih sangat besar. Terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang tak bisa ditangani alat berat.
Logikanya sederhana: semakin banyak orang yang diterjunkan, pemulihan akan berjalan makin cepat. Karena itu, Tito tak segan meminta tambahan kekuatan. Ia mendengar hampir 1.000 personel TNI/Polri sudah ditugaskan di sana. Tapi ia berharap lebih.
Personel saja tidak cukup. Tito menekankan, kelengkapan peralatan adalah kunci lain yang tak kalah penting. Ia menyebutkan beberapa item krusial yang harus dibawa.
Nada suaranya terdengar mendesak. Di balik meja rapat yang rapi, bayangan lumpur dan reruntuhan di Aceh seolah menjadi latar yang tak terucapkan. Semua bergerak sekarang, berharap waktu bisa dikalahkan.
Artikel Terkait
Aubameyang Jadi Pahlawan, Marseille Balikkan Keunggulan Lyon 3-2 di Injury Time
Go Ahead Eagles Kalahkan Excelsior 1-0, Jonathans dan James Turun Bermain
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026
Imsak Jatuh Pukul 04.17 WIB untuk Warga Yogyakarta Hari Ini