Januari 2026 nanti, pagi-pagi di Jakarta bakal ditemani suara baru yang akrab di telinga. iSWARA Jakarta baru saja mengumumkan dua penyiar terbaru untuk program pagi mereka, "Swara Seru". Yang bikin heboh? Dua nama itu adalah Nycta Gina dan Rizky Kinos pasangan suami istri yang untuk pertama kalinya bakal mengudara bersama dalam satu program radio. Bayangkan, obrolan sarapan mereka kini bisa didengar langsung oleh Warga Jakarta setiap hari.
Kolaborasi ini bukan tanpa alasan. Sebagai platform yang mengusung suara warga, iSWARA terus berupaya menghadirkan figur yang relevan dan nyambung dengan kehidupan urban. Gina dan Kinos dipandang bisa membawa warna itu: percakapan yang representatif, aktual, dan dekat dengan keseharian pendengarnya, mulai dari isu viral sampai cerita remeh-temeh yang justru sering bikin penasaran.
Nycta Gina sendiri bukan wajah baru. Figur publik dengan karakter ceria dan blak-blakan ini punya jam terbang tinggi sebagai penyiar, presenter, dan konten kreator. Dia piawai banget bikin interaksi dengan audiens. Sebagai perempuan urban sekaligus ibu muda, Gina diharapkan bisa menyelipkan perspektif segar dalam obrolan, entah itu soal relasi sosial atau tren yang lagi nge-hits.
Tapi, mau serumah pun, bekerja bareng di depan mic ternyata punya tantangannya sendiri.
"Senang sih, soalnya kayaknya belum ada pasangan suami-istri yang siaran bersama gini," aku Gina. "Tapi ya, tekanan juga ada. Kami kan biasa ngobrol santai, sekarang harus profesional di udara. Butuh adaptasi, sih, biar semua lancar."
Di sisi lain, Rizky Kinos hadir dengan gaya yang berbeda. Karakternya yang komunikatif dan suka mengamati, ditambah pengalaman di dunia hiburan, bikin dia lihai mengemas cerita. Isu viral atau dinamika sosial warga bisa dia ubah jadi obrolan yang engaging dan gampang dicerna lintas generasi.
Soal perannya di "Swara Seru", Kinos punya pandangan sendiri.
Artikel Terkait
Sindikat Bayi di Medan Terbongkar, TikTok Jadi Pasar Gelap
Prabowo Perintahkan Percepatan Industri Logam Tanah Jarang
Tito Karnavian Blusukan, Ungkap Peta Pemulihan Pascabencana Sumatera
Anis Matta: Dunia Menuju Konflik Global Lebih Berbahaya Mulai 2026