"Tantangannya ya di 'seru'-nya itu," ujarnya. "Suara kami harus bisa mewakili karakter iSWARA dan juga para pendengar yang udah mulai beraktivitas dari pagi. Intinya, biar mereka bisa jalani hari dengan semangat dan enjoy."
Melalui program ini, iSWARA pengin bikin ruang siaran yang partisipatif. Bukan cuma mendengar, tapi Sahabat Swara diajak ngobrol langsung, berbagi cerita dan opini. Semangatnya sejalan dengan misi mereka sebagai media rakyat.
Nah, biar makin interaktif, "Swara Seru" sering juga tayang live barengan di TikTok. Strategi ini ternyata jitu banget merambah audiens lebih luas. Live perdana Gina dan Kinos bahkan nyedot ratusan ribu penonton dari Aceh, Sukoharjo, Makassar, sampai ke Korea! Ini bukti antusiasme publik terhadap duet ini cukup tinggi.
Lebih dari sekadar program pagi, "Swara Seru" adalah bentuk komitmen iSWARA untuk mempererat hubungan dengan pendengarnya. Mereka membangun semacam keluarga besar, komunitas Sahabat Swara yang aktif dan terhubung lewat suara.
Bukti kedekatan itu juga ditunjukkan lewat siaran langsung mereka dari area MRT Bundaran HI pada 9 Januari 2026 nanti. Acara itu bakal diramaikan oleh kehadiran dua musisi, Amanda Caesa dan Prinsa Mandagie. Siaran dari ruang publik seperti ini memang jadi ciri khas iSWARA yang ingin selalu selaras dengan dinamika dan mobilitas warga kota.
Menutup obrolan, Kinos menyampaikan harapan yang sederhana.
"Harapan kami sih cuma ingin diterima dulu sama Sahabat Swara. Bukan kami yang menemani mereka, tapi justru merekalah yang menemani kami. Kalau pagi mereka bisa lebih happy dan semangat, itu udah lebih dari cukup."
Artikel Terkait
Sindikat Bayi di Medan Terbongkar, TikTok Jadi Pasar Gelap
Prabowo Perintahkan Percepatan Industri Logam Tanah Jarang
Tito Karnavian Blusukan, Ungkap Peta Pemulihan Pascabencana Sumatera
Anis Matta: Dunia Menuju Konflik Global Lebih Berbahaya Mulai 2026