Berbeda dengan Sumbar, Sumatera Utara masih bergelut dengan persoalan infrastruktur dan pendidikan. Dari 33 kabupaten/kota, 18 di antaranya terdampak, meliputi 163 kecamatan dan hampir 900 desa.
“Jumlah pengungsi di sini turun signifikan, dari 53 ribu jadi 13,6 ribu jiwa. Layanan pemerintahan dan kesehatan sebagian besar sudah normal,” ucap Tito.
Tapi jangan salah, masalahnya tidak selesai sampai di situ. Sektor pendidikan jadi tantangan berat. Banyak sekolah, dari PAUD sampai SMA, yang rusak di daerah seperti Langkat, Medan, dan tiga wilayah Tapanuli. Akses jalan darat di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Deli Serdang juga masih bermasalah.
Belum lagi soal ekonomi. Pemulihan pasar dan usaha mikro di Medan, Langkat, Nias, hingga Tapanuli dinilai belum optimal. Masih panjang jalan menuju pulih total.
Aceh Menanggung Beban Terberat
Di antara semua wilayah, Aceh adalah yang paling parah terdampak. Angkanya sungguh memilukan: 551 orang meninggal dan 28 hilang per 14 Januari. Meski turun drastis dari 1,4 juta, pengungsi yang tersisa masih sangat banyak, mencapai 171,1 ribu jiwa.
Kerusakan rumah di sini luar biasa: 144.865 unit. Rinciannya, 61.795 rusak ringan, 38.709 sedang, dan 44.365 rusak berat. Dari 22 kabupaten/kota, 18 wilayah kena imbas. Bahkan, ada 21 gampong atau desa yang dinyatakan hilang tersapu longsor dan banjir.
“Aceh memang yang terbanyak, 21 desa hilang,” katanya dengan nada prihatin.
Pekerjaan rumah di Aceh masih menumpuk. Pembersihan lumpur adalah masalah utama. Banyak pasar yang rusak berat karena terendam lumpur. Perbaikan akses jalan dan normalisasi sungai juga mendesak.
“Listrik juga masih jadi perhatian di beberapa tempat, seperti Nagan Raya, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Tamiang, dan Bener Meriah,” tambah Tito.
Jelas, pemulihan Aceh butuh kerja keras ekstra. Diperlukan tambahan personel, alat berat, dan kelonggaran kebijakan agar fase rehabilitasi dan rekonstruksi bisa berjalan lebih cepat. Prosesnya masih panjang, tetapi tidak ada pilihan selain terus maju.
Artikel Terkait
Sindikat Bayi di Medan Terbongkar, TikTok Jadi Pasar Gelap
Prabowo Perintahkan Percepatan Industri Logam Tanah Jarang
Tito Karnavian Blusukan, Ungkap Peta Pemulihan Pascabencana Sumatera
Anis Matta: Dunia Menuju Konflik Global Lebih Berbahaya Mulai 2026