Namun begitu, ia mengakui kendala di lapangan seringkali rumit. Meski begitu, semua pihak harus berangkat dari data yang sama, atau setidaknya serupa, agar prioritas pembangunan tepat sasaran.
Lalu, yang ketiga adalah persoalan perumahan dan permukiman. Data jumlah rumah rusak mulai dari ringan, sedang, berat, hingga yang hilang terus diperbarui. AHY menyebutkan angka terkini yang cukup mencengangkan.
Dari data itu, estimasi biaya perbaikan dan pembangunan rumah warga mencapai Rp 8,2 triliun. Angka yang jauh lebih besar dialokasikan untuk infrastruktur dasar, yaitu sekitar Rp 51,8 triliun berdasarkan laporan Menteri PU.
Menyadari besarnya tantangan, AHY menekankan pentingnya pengawalan ketat. Kecepatan mobilisasi alat berat dan sinergi pusat-daerah mutlak diperlukan. Ia pun memberi saran khusus untuk memastikan program berjalan mulus.
Rapat pun berakhir dengan komitmen untuk segera bertindak. Pekerjaan besar telah menanti.
Artikel Terkait
Nycta Gina dan Rizky Kinos Siap Ramaikan Pagi Jakarta di iSWARA
Ketua LSM Kabur Usai Anak Buahnya Tertangkap Basah Terima Uang dari Kades
Bencana Sumatera: 175 Ribu Rumah Rusak, 21 Desa di Aceh Dinyatakan Hilang
10 Tempat Beli Blueprint Arc Raiders 2026: Mana yang Paling Aman dan Nyaman?