Di ruang rapat Kementerian Dalam Negeri, Kamis lalu, suasana terasa serius. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, memaparkan langkah-langkah pemulihan pascabencana di Sumatera. Ia menegaskan dukungan penuhnya pada Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi bentukan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya jelas: membangun Sumatera yang lebih tangguh.
Menurut AHY, ada tiga tugas pokok yang menjadi fokus kementeriannya. Tugas pertama, dan ini disebutnya sebagai fondasi, adalah urusan lahan dan tata ruang.
Ia menekankan perlunya evaluasi berani terhadap tata ruang agar berbasis mitigasi bencana. Rehabilitasi hulu daerah aliran sungai jadi prioritas. Selain itu, proses relokasi rumah yang tak lagi layak huni di lokasi semula harus didukung pendataan dan verifikasi status lahan yang jelas clean and clear untuk hunian tetap.
Tak lupa, ia mendorong normalisasi pelayanan pertanahan yang lebih proaktif.
Rapat penting itu sendiri dipimpin langsung oleh Mendagri Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas. Tampak hadir sejumlah menteri koordinator lain seperti Pratikno dan Muhaimin Iskandar, plus Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Beberapa gubernur daerah terdampak Muzakir Manaf (Aceh), Bobby Nasution (Sumut), dan Mahyeldi (Sumbar) juga hadir menyimak.
Poin kedua yang dibahas adalah infrastruktur. Di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi ini, pembenahan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan jadi pekerjaan utama. AHY mengaku sudah melaporkannya kepada Presiden.
Artikel Terkait
Prabowo Perkuat Fokus LPDP ke Bidang Sains dan Teknologi
Rocky Gerung Soroti Alasan Fufufafa Tak Boleh Hanya Dilupakan
Dr. GT Ng Soroti Keunikan Pemilu: Dari Somalia yang Lambat hingga Fenomena Hasil Sudah Diketahui di Indonesia
Kakeh Kardan Hilang di Hutan Pekuncen, Pencarian Dihadang Tebing dan Hujan