Ustadz Hilmi Firdausi mengajak kita merenung. Apakah rajin sholat lantas menjamin seseorang jadi profesional, punya integritas, dan anti korupsi? Jawabannya, kata beliau, belum tentu.
Soalnya, sholat itu ada kualitasnya. Kalau cuma sekadar rutin, asal menggugurkan kewajiban, ya hasilnya beda. Sholat yang asal-asalan, menurut penjelasannya, takkan sanggup mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar.
Beliau lalu mengutip surat Al Ma'un. Di sana ada ancaman, "Fawailul lil mushollin" – celakalah orang-orang yang sholat. Menurut tafsir Ibnu Abbas yang disebutkan Ustadz Hilmi, itu merujuk pada orang munafik. Mereka sholat, tapi cuma untuk pamer di depan orang.
Nah, bayangkan kalau pemimpin atau pejabat kita sholatnya seperti itu. Gak heran, kan, kalau dia kemudian semaunya sendiri dalam menjalankan amanah? Ibaratnya, fondasinya sudah rapuh.
Istilah STMJ – Sholat Terus Maksiat Jalan – mungkin pernah kita dengar. Itulah gambaran nyata yang terjadi. Orang rajin sholat, tapi hidupnya jauh dari spirit ibadah itu sendiri. Sholatnya ada, tapi pengaruhnya nihil dalam mengendalikan perilaku.
Artikel Terkait
Nycta Gina dan Rizky Kinos Siap Ramaikan Pagi Jakarta di iSWARA
Ketua LSM Kabur Usai Anak Buahnya Tertangkap Basah Terima Uang dari Kades
Bencana Sumatera: 175 Ribu Rumah Rusak, 21 Desa di Aceh Dinyatakan Hilang
10 Tempat Beli Blueprint Arc Raiders 2026: Mana yang Paling Aman dan Nyaman?